Kredit untuk Pekerja Kapal Pesiar

488

SULUHBALI.CO, Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali berencana memberikan kredit bagi calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidak mampu secara ekonomi apabila ingin bekerja ke luar negeri.

“Kesempatan kami membantu orang yang tidak mampu. Misalnya untuk orang yang ingin bekerja di kapal pesiar, kenapa tidak kita berikan kredit?,” kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai membuka Pameran Bursa Kerja di Denpasar, Jumat (23/8).

Menurut dia, pemerintah daerah telah memiliki perusahaan yang memberikan jaminan kredit yakni PT Jamkrida dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang diharapkan bisa berkontribusi membantu calon tenaga kerja tersebut.

Meski baru sebatas rencana dan belum ada mekanisme, namun pihaknya melihat hal tersebut dapat menjadi jalan keluar menekan angka pengangguran.

Nantinya setelah mendapatkan kredit, maka pembayaran bisa dilakukan setelah mereka diterima bekerja di luar negeri.

Bekerja di kapal pesiar menjadi salah satu lowongan favorit para pencari kerja di Bali. Setiap tahunnya ribuan tenaga kerja dari Pulau Dewata diberangkatkan ke sejumlah negara di antaranya Amerika Serikat untuk mengadu nasib bekerja di kapal pesiar.

Sebuah agen tenaga kerja khusus kapal pesiar yang juga ikut berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut menyebutkan bahwa biaya pendidikan kapal pesiar dan pembuatan dokumen perjalanan rata-rata mencapai Rp20 juta.

Sedangkan para pekerja tersebut akan dikontrak selama sembilan bulan untuk satu kali masa kontrak dan bisa diperpanjang untuk kontrak berikutnya, tergantung skema perusahaan yang mengontrak.

Animo bekerja di kapal pesiar yang besar tatkala terhalang dengan jumlah biaya pendidikan dan dokumen perjalanan yang cukup mahal itu.

Pastika mengharapkan adanya pemberian kredit itu bisa menjembatani para pencari kerja sekaligus menekan pengangguran.

Mantan Kepala Polda Bali itu mengatakan bahwa tingkat pengangguran di Pulau Dewata berdasarkan statistik Badan Pusat Statistik hingga Februari 2013 menurun yang mencapai 45.830 orang atau 1,89 persen jika dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 47.330.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, IGA Sudarsana menambahkan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti gagasan Pastika dalam memberikan kredit bagi calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri.

“Kami akan tindaklanjuti. Kami akan coba di segala aspek, mungkin bisa juga untuk sektor pekerja terapis spa,” ujarnya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.