SULUH BALI, Denpasar – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia menyorotoi sejumlah praktek diskriminasi yang dilakukan oleh perusahan asuransi dan perusahan penjual mobil di Bali terhadap bengkel kecil dan menengah.  Ketua KPPU RI, Muhammad Syarkawi Rauf menyebutkan prilaku perusahan asuransi dan perusahan penjual mobil tersebut bagian dari persekongkolan yang menghambat perkembangam usaha bengkel di Bali.
Hal tersebut disampaikan Syarkawi lantaran adanya aturan yang dibuat oleh perusahan asuransi dan perusahan penjual mobil yang menciptajan diskriminasi terhadap beberapa usaha bengkel kecil dan menengah di Bali. “Setiap kendaraan yang mengalami kecelakaan itu ditanggung oleh asuransi bekerja sama dengan bengkel bengkel yang sudah disepakati. Keseringan yg terjadi selama ini asuransi menunjukan bengkel bengkel yang ada keterkaitan dengan penjual kendaraan (showroom). Ini masuk dalam kategori pelanggaran hukum. Namun sebelum kami berharap hal ini tidak terjadi di bali,” ujarnya pada, Sabtu (24/2) di Denpasar.
Menurutnya, ketentuan ini akan merugikan bengkel bengkel yang tidak memiliki kerja sama dengan asuransi ataupun perusahan penjual mobil. Dia menambahkan, tindakan dengan melakukan perjanjian eksklusif seperti itu akan mengakibatkan banyak bengkel-bengkel mobil yang lainnya tidak mendapat jatah. Sehingga secara otomatis, pendapatan mereka akan menurun dan bisa mengalami kebangkrutan.
Karena itu, kata dia, kepada calon Gubernur Provinsi Bali dan calon bupati di bali untuk mendobrak kebijakan yang dinilai diskriminasi tersebut. Dengan demikian mampu menghindari persekongkolan pengadaan barang dan jasa.  Itulah yang membuat bengkel bengkel di bali tidak berkembang.
“Kami minta komitmen calon bupati dan gubernur di bali untuk menghindari praktek praktek persekongkolan ini.
KPPU mendorong pemerintah untuk tidak melakukan tindak dikriminasi. Ini pencegahan  seblm masuk ke proses hukum. “Jika tidak KPPU akan melakukan langka hukum terhadap perusahan asuransi dan dan tempat penjulan mobil yang ada keterkaitannya,” ujarnya. (SB-rio)

Comments

comments