Korupsi Pilkada Jembrana | Jaksa Geledah Kantor KPUD

236

SULUHBALI.CO, Negara — Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara menggeledah kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (7/8/2014), atas dugaan korupsi dana Pilkada 2010.

Tim penyidik mengajak mantan Bendahara KPU Kabupaten Jembrana Ni Kadek Arik Komalasar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam penggeledahan tersebut.

Dari satu ruangan sisi timur kantor KPU ini, penyidik membawa ratusan dokumen yang ditempatkan dalam dua kotak plastik besar, satu kardus, satu koper, dan tiga tas plastik besar.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Negara, Putu Sauca Arimbawa Tusan, yang memimpin penggeledahan itu memberikan komentar singkat.

Menurut dia, penggeledahan itu bertujuan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Ni Kadek Arik Komalasari dan mantan Sekretaris KPU Kabupaten Jembrana I Gede Wigraha.

Untuk ersangka Arik, penyidik menyita 204 dokumen, sedangkan tersangka Wigraha 94 dokumen.

“Banyak jenis dokumen yang kami sita, seperti SPJ, bukti pembayaran pajak, beberapa SK dan lain-lain,” kata Sauca.

Wigraha dan Arik terseret kasus dugaan korupsi dana hibah sebesar Rp6 miliar dari Pemkab Jembrana untuk pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana pada tahun 2010.

Dari total dana tersebut, kejaksaan menduga ada korupsi dalam pembayaran pajak dan penggunaan anggaran yang tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Ketua KPU Kabupaten Jembrana, Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, turut mendampingi tim penyidik. Saat kasus itu terjadi dia belum menjadi komisioner KPU.

“Kami hanya memfasilitasi kejaksaan dengan memberikan kemudahan untuk mengakses dokumen yang diperlukan,” katanya.

Menurut dia, ada rentang waktu sebelum dokumen Pemilu bisa dimusnahkan.

Terkait dengan dokumen Pilkada 2010 yang disita kejaksaan tersebut, dia akan berkirim surat kepada kejaksaan agar setelah proses sidang di pengadilan selesai dokumen-dokumen tersebut bisa dikembalikan lagi ke KPU.

“Mungkin lewat kejaksaan, kami akan mohon kepada majelis hakim, agar dalam putusannya mencantumkan pengembalian dokumen itu kepada kami,” ujarnya.

Dalam berita acara serah terima dokumen, dari pihak KPU diwakili Sekretaris I Gede Martiana pengganti Wigraha yang sudah pensiun. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.