Disangka Korupsi, Anggota DPRD Ini Masuk Rumah Sakit Jiwa

276

Ilustrasi (SB).

SULUH BALI, Gianyar — Anggota DPRD Gianyar, Bali Ngakan Putu Tirta Pramono tersangka kasus korupsi dana hibah pemerintah kabupaten setempat yang kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Jiwa Bangli menjadi pendiam.

“Ya akhir-akhir ini pasien kami Ngakan Putu Tirta Pramono memang pendiam,” kata Dr I Gusti Ngurah Astawa, spesialis Kedokteran Jiwa saat anggota DPRD Gianyar berkunjung ke RS Jiwa Provinsi Bali, di Kabupaten Bangli, Selasa (9/12/2014) .

Ia juga tidak mau berkomentar banyak soal keadaan si pasien, karena hal itu merupakan rahasia jabatan.

Yang jelas, Pramono sudah dirawat selama tujuh hari, dan hasil observasi akan disampaikan kepada pihak yang berwenang.

Pramono sendiri ketika ditemui oleh temannya anggota DPRD Gianyar yakni I Ketut Jata, Ida Bagus Rai dan Kadek Era Sukadana.

“Maaf Pramono tidak bisa ditemui, kata istrinya barusan habis minum obat,” kata Ida Bagus Rai didampingi Dirut RS Jiwa Provinsi Bali di Kabupaten Bangli, Bagus Darmayasa.

Ngakan Putu Tirta Pramono dirawat di RSJ Bangli, akibatnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, batal melakulan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan yang tersangkut kasus korupsi dana hibah.

Terkait observasi ini, jaksa juga melakukan pengecekan ke RSJ Bangli.

Sebelumnya tersangka Ngakan Putu Pramono, SH tidak menghadiri pemeriksaan tahap II terkait kasus pemotongan dana hibah Kabupaten Gianyar.

Sementara itu, diperkirakan Pramono tidak akan terpilih lagi dalam pemilihan pengurus ranting PDIP tingkat kecamatan Tegallalang.

“Seluruh ranting PDIP Kabupaten Gianyar akan mengocok ulang pengurus DPC sekaligus pengurus anak cabang (PAC) se- Kabupaten Gianyar,” kata I Made Budiasa, Ketua PAC Ubud, Selasa.

Ia mengatakan, nama calon PAC mulai mencuat ke permukaan yang berasal dari pengurus anak ranting yang selanjutnya diusulkan menjadi Ketua PAC.

Pengusulan nama-nama itu kini mulai dilakukan di masing-masing ranting. “Kebetulan khususnya Ubud hanya nama saya yang muncul,” kata pria yang juga anggota DPRD Gianyar itu.

Pada sisi lain, saat pengodokan nama-nama pengurus anak cabang Gianyar diprediksikan Ngakan Putu Tirta Pramono yang juga Ketua PAC Tegallalang tergusur, akibat yang bersangkutan terlibat kasus korupsi dana hibah yang kini mendapatkan perawatan di RS Jiwa Bangli.

Modus operandinya pihak bendahara dari Pemkab Gianyar menyerahkan uang ke dua rekening penerima pada tahun 2013.

Setelah sampai ke rekening penerima yakni I Nyoman Punduh selaku Ketua Pura Dadia Pulasari Desa Keliki dan I Wayan Suardiana Ketua Pura Dadia Cameng, Desa Keliki tersangka memotongnya sebesar Rp 90 juta, dan sisanya diberikan masing-masing Rp 5 juta kepada penerima.

Total kerugian negara sebesar Rp 100 juta. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata sampai saat ini tidak ada realisasi fisik.

Tersangka diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun sesuai dengan pasal 2,3, 9 12E UU 31 Tahun 1999 junto UU No 20 tahun 2001 tentang tidak pidana korupsi.

Hingga kini, pihak kejaksaan negeri setempat sudah memeriksa 20 saksi sehingga kemungkinan tersangka akan berkembang lagi. (SB-ant)

Comments

comments