Kondisi Mangrove Di Indonesia masih dalam Keadaan Yang Sangat Bagus dan Terbaik Di Dunia

28
Kondisi bersih mangrove di Nusa Lembongan. (foto-arx)

SULUH BALI, Denpasar – Hutan mangrove memiliki peran ganda dalam menjaga ekosistem laut dan darat. Karena itu pelestarian dan penggelolaan hutan mangrove sudah sepatutnya untuk diperjuangkan. Yayasan KEHATI dalam seminar yang digelar di Denpasar pada, Selasa (18/4) bertemakan international confrence on sustainable mangrove ecosystems menilai proses pengelolaan dan pelestarian hutan magrove di Indonesia saat ini sudah sangat bagus. Hal tersebut ditandai dengan munculnya gerakan dan pembentukan aktivis atau kelompok kerja mangrove nasional atau LSM yang peduli dengan hutan mangrove.

Basuki Rahmad sebagai program manajer pesisir pulau pulau kecil meminta kepada masyarakat dan pemerintah untuk bekerja sama dalam menjaga dan melestarikan hutan mangrove. Hal itu disampaikannya karena melihat perkembangan jaman sekarang begitu banyak wisatawan yang lebi stertarik dengan wisata mangrove. “itu kan indikator bahwa wisata mangrove ini sudah marak,” ujarnya. Menurutnya bahwa dari segi tata ruang, keberadaan mangrove sebetulnya perlu mendapat perhatian khusus. Karena selama ini, keberadaan mangrove sering dijadikan “anak tiri” dan selalu dikorbankan ketika melakukan suatu pembangunan. Karena ketika ada pembangunan di suatu tempat yang memang menjadi kawasan strategis mangrove, justru mangrove diabaikan dengan cara ditebang untuk pembangunan. Karena itu, yayasan KEHATI meminta agar perlu melakukan pengkajian oleh pemerintah ketika melakukan pmbangunan di tempat tempat yang menjadi kawasan strategis mangrove.

Menurutnya, hingga saat ini keberadaan mangrove belum masuk dalam konsep tata ruang. “kadang ada mangrove ada didaerah konservasi dan ada mangrove didaerah pemanfaatan. Sehingga ketika ada pembangunan  ya mangrove sering dijadikan korban,” ujarnya. karena itu yayasan KEHATI dan para penggiat mangrove menjadikan mangrove sebagai isu strategis diperjuang agar mangrove masuka dalam konsep tata ruang yang bisa masukan di dalam suatu plot khusus. Sejinggal ketika ada mangrove yang mau dialih fungsikan perlu pengkajian dan lain sebagainya.

Ia menambahkan pelestarian mangrove perlu melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta melalui cara yang terintegritas. Upaya ini termasuk menempatkan isu perbaikan hutan mangrove kedalam kebijakan pembangunan pemerintah.

Upaya pelestarian mangrove juga menuntut adanya strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokusnya adalah bagaimana pemanfaatan mangrove ini dapat berkelanjutan. Sejauh ini, sudah banyak program peningkatan kesejahteraan berbasis telah banyak berkembang. Tetapi kebanyakan masih memandang hutan mangrove sebagai areal yang layak diubah dan dialihfungsikan yang berakibat pada pemusnahan ekosistem mangrove.

Data terkahir yang dimiliki oleh yayasan KEHATI menunjukan kondisi mangrove di Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang ideal dengan luas 2, 656. 488, 680 hektare. Kondisi manngrove dalam didaerah kawasan hutan mangrove 1.886. 106, 963 hektare. Sementara kondisi mangrove yang masih baik diluar kawasan hutan mangrove terdapat 770. 381. 717 hektare. Sementara itu, kondisi mangrove yang sudah rusak secara keseluruhan yakni 325. 513, 402 hektare dengan perincian sebagai berikut yakni kondisi yang rusak dalam kawasan hutan  mangrove yakni 325. 513, 402 hektare. Kondisi mangrove yang rusak diluar kawasan hutan mangrove yakni 759. 531. 270 hektare. (SB-rio)

Comments

comments