“Komunitas Rokok Besi” Ramaikan Dunia Vaping di Bali

241
Beberapa anggota Komunitas Rokok Besi saat berkumpul di salah satu kedai di Denpasar. (foto-ist)

SULUH BALI, Denpasar – Semakin banyaknya group facebook dan toko rokok elektrik di Bali membuat banyak orang dan masyarakat beralih dari rokok bakar ke rokok elektrik. Hal ini membuat para penikmatnya pun semakin bertambah. Beragam alasan para penggemar menyenangi jenis rokok satu ini, namun sebagian besar alasan yang dilontarkan adalah menggunakan vaping sebagai cara berhenti merokok.

Kesukaan terhadap benda dan tujuan yang sama membuat sekumpulan orang membentuk komunitas. Salah satu komunitas di Bali bernama Komunitas Rokok Besi.  “Ini sebenarnya adalah sebuah komunitas bagi perokok elektronik, kan rokok elektrik ini lebih sehat dibanding rokok biasa,” tutur leader dari komunitas Arik Anggara saat ditemui suluhbali.co beberapa saat lalu.

Kegiatan kelompok ini diisi tentang berbagi informasi mengenai jenis rokok elektronik yang baru, cairan terbaru dan tentang bahayanya. Meski baru berjalan 3 bulan, anggota komunitas ini aktif berkumpul di berbagai tempat di Denpasar.Dikarenakan biasanya mereka berkumpul berpindah pindah, dari toko salah satu anggota atau tempat nongkrong lainnya.

Berisikan sekitar belasan orang mereka berkumpul satu-dua minggu sekali untuk bertukar informasi mengenai cara untuk menghasilkan asap dari rokok elektronik miliknya.

“Dulu semua perokok namun kini ada beberapa yang sudah berhenti karena rokok elektronik. Karena seru sih ya memang pakai vape, bisa bikin asap dengan rasa mirip rokok,” terang salah satu anggota dari Komunitas Rokok Besi.

Ditanya mengenai perkembangan rokok elektrik di Bali Arix Anggara selaku leader komunitas mengatakan akhir-akhir ini memang agak merosot penjualan dan pasar dari rokok elektrik ini, baik dari Mod nya, liquidnya, rda, rta, rdta nya memang agak merosot jika dilihat dari segi harga.

“Jadi kami membuat komunitas ini bukan sekedar untuk menjalankan hobi semata, tetapi lebih kepada pertemenan. Menjalin pertemanan sebanyak banyaknya bisa membuat kita lebih tahu tentang kekurangan dan kelebihan dari Vape atau rokok elektrik itu sendiri, dan saya berharap komunitas ini bisa ikut serta meramaikan dunia Vape di Bali pada khususnya, serta menjalin persaudaraan antara pengguna rokok elektrik.” Tegasnya.

Mengenai kesehatan, salah satu anggota Komunitas ini mengatakan, “Kalau dari segi kesehatan saya pribadi sudah pernah membuktikan kalau saat saya berhenti merokok dan ngeVape, kondisi kesehatan saya ketika di cek, normal semua, alias bersih. Beda waktu saya cek saat masih merokok.” Ujar Jaka. (SB-arx)

 

Comments

comments