Komplotan Perampok Bersenjata Berhasil Larikan Uang 811 Juta

297
Lokasi money changer yang dibobol perampok.

SULUH BALI, Denpasar – Komplotan perampok bersenjata api berhasil membawa kabur uang tunai sebanyak Rp 811 juta­­ milik PT Dirgahayu Valuta Prima yang terletak di kompleks pertokoan Segitiga Mas Nomor 5 Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Sabtu (04/02/2017) sekitar pukul 10.55 Wita.

Kawanan pelaku yang diketahui berjumlah 4 orang tersebut berhasil membawa kabur uang tersebut dengan cara menodongkan pistol kepada karyawan yang berjumlah 5 orang. Tidak hanya itu, ke-5 karyawan tersebut juga diborgol, kemudian mulut dan matanya dilakban. Sehingga kawanan tersebut berhasil menggondol uang tunai sebanyak Rp. 811 juta yang disimpan di dalam berangkas.

Menurut keterangan, Putu Tapa (46) mengungkapkan saat itu dirinya datang ke lokasi untuk memperbaiki bola lampu di ruangan teller, sekitar pukul 10.55 wita. Saat dirinya sedang memperbaiki lampu mati di ruangan teller, sedangkan 3 karyawan lainnya juga ada di dalam ruang teller.

Tiba-tiba saja datang 3 orang laki-laki yag tidak dikenal kemudian masuk ke ruangan teller dan langsung menyuruh seluruh karyawan yang sedang berada di ruang teller untuk tiarap.

“Setelah menyuruh semua karyawan untuk tiarap, mereka kemudian mengigiring kami menuju belakang meja teller, selanjutnya seluruh karyawan di borgol, mata dan mulut dilakban, kemudian kawanan pencuri yg berjumlah 3 orang mengambil uang yg ada di brankas dan laci,” terangnya.

Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja menuturkan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Komplotan perampok tersebut membawa senjata api dan berhasil membawa uang yang diperkirakan senilai Rp 811 juta yang diambil dari dalam brangkas Rp. 733 Juta, laci 1 sekitar Rp. 36 juta dalam bentuk valas dan laci 2 sekitar Rp 12 Juta berupa Valas serta uang senilai  Rp 30 Juta dalam bentuk rupiah.

“Setelah selesai beraksi pencuri, komplotan pelaku ini sempat menanyakan server CCTV, kemudian ditunjukkan oleh saksi,  kawanan pencuri mengambil server CCTV kemudian meninggalkan TKP. Setelah kawanan perampok pergi, salah satu dari 5 karyawan berhasil membuka borgol mengingat tangannya hanya terborgol satu serta membuka membuka borgol karyawan lainnya,” terangnya. (SB-ijo)

Comments

comments