“Kompas Gramedia Bali Festival 2014″ | Kedepankan Kearifan Lokal dan Budaya

175

SULUHBALI.CO, Denpasar – Melanjutkan sukses ‘Semarak Bali Festival 2013’, Forum Komunikasi Daerah Karyawan Kompas-Gramedia Bali tahun ini kembali menggelar program serupa, kali ini bertajuk “Kompas Gramedia Bali Festival 2014’.

Program ini tak terlepas pula dari upaya Kompas Gramedia untuk mewujudkan, melestarikan sekaligus merawat seni dan budaya Bali yang adiluhung dengan dukungan serta sinergi segenap pihak, baik dari masyarakat, pemerintah, para pelaku usaha serta stakeholder lainnya. Kegiatan yang didedikasikan bagi masyarakat luas di Bali ini berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2014 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon Denpasar.

Lomba menggambar anak-anak.
Lomba menggambar anak-anak.

Adapun festival ini diawali dengan Jalan Sehat yang dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta.

“Program ini tak hanya bertujuan sebagai ruang ekspresi dan sarana komunikasi, tetapi juga media sosialisasi atas peran serta kontribusi Kompas-Gramedia dalam bersama-sama turut menjaga kehidupan sosial kultural Bali yang harmoni dan menjunjung nilai-nilai kedamaian serta keluhuran, “ ungkap Bapak Wayan Sukra Sudiarsa, Ketua Forum Komunikasi Kompas Gramedia Bali.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia kegiatan, Sang Nyoman Gunarta, yang juga GM Hotel Santika Siligita, Nusa Dua, agenda “Kompas Gramedia Bali Festival 2014” ini mengetengahkan bermacam lomba mulai dari kesenian seperti Gebogan Bunga, Baleganjur, modern dance, fruit carving, sampai yang bersifat fun untuk segala lapisan umur seperti lomba mewarnai, story telling, dan lomba komunitas yang menghadirkan komunitas Roti, Melukis Alam, Kelinci, Reptile, Miniatur, dll.

Para peminat fotografi pun dapat ikut serta meramaikan acara yang berlangsung di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, dengan mengikuti lomba serta workshop fotografi on the spot dengan objek foto terkait kegiatan “Kompas Gramedia Bali Festival 2014”.

Pemahat saat membuat karya.
Pemahat saat membuat karya.

Sebagai narasumber workshop fotografi adalah M. Bundhowi, fotografer yang kerap kali mengeksplorasi aneka objek foto dengan teknik montase. Ia telah berpameran tunggal di banyak tempat, antara lain:“Refugee” Solo, Photography exhibition, Galang – Indochina Refugee Camp, Indonesia (1988), “Images of Peace”, Solo – Evans Head, NSW, Australia (2000), “The Promise of Dawn”, Solo, Ganesha Gallery, Four Seasons Resort, Bali (2001), “Indonesia Goes Bush”, Touring art talk and presentation, intensive Workshop and lecture in different cities – NSW) Art presentation & Artist in Residence Australia, NSW, (2002), “A Bridge of Peace”, Solo, Xintong Arcade, Luang Prabang, Laos (2004-2005).

Meramaikan arena festival, peserta juga dapat mengunjungi aneka stand bazaar berisi kuliner khas Bali, apparel, dan sebagainya. Tak ketinggalan, pengunjung juga dapat memperoleh berbagai informasi menarik di booth unit-unit Kompas Gramedia yang berada di Bali.

Hingga saat ini, Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia Bali telah mewadahi sedikitnya 23 unit, antara lain : jaringan Hotel Santika, BNDCC, Amaris, The Samaya, The Kayana, Toko Buku Gramedia, Gramedia Printing, Kompas TV Dewata, K-Vision, Tribun Bali, Bali FM, Bentara Budaya Bali, GKU, Jasa Tama, Sirkulasi Kompas Gramedia, ELTI Gramedia.

Jalan santai.
Jalan santai.

“Melalui berbagai kegiatan serangkaian Kompas Gramedia Bali Festival ini kita senantiasa berupa mengedepankan bagaimana warisan nilai-nilai kearifan (local wisdom) Bali sebagai acuan sosial kultural keseharian kita. Kesenian dan kebudayaan sejatinya harus terus kita rawat dan lestarikan demi Bali yang lebih baik, “ ujar Sang Nyoman Gunarta.

Penampilan KIS BAND, 3 G dan Bondres Dwi Mekar Buleleng

‘Kompas Gramedia Bali Festival 2014’ ini dirancang berupa festival kebudayaan yang mewadahi berbagai komunitas di Bali, diawali Jalan Santai yang diikuti oleh sekitar 4000 peserta. Selain itu, panggung “Kompas Gramedia Bali Festival 2014” akan dimeriahkan oleh penampilan artis pop Bali yakni KIS Band dan 3 G.

KIS Band yang saat ini tengah digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Bali, memiliki ciri khas bermusik yang easy listening serta catchy. Band beraliran Rock Badals yang sering menggunakan bahasa Bali dalam lagu-lagunya terbukti mampu membius para Kislovers. KIS Band berhasil meraup sukses, CD album pertama mereka #1 berhasil terjual 10.000 keping.

Sementara grup 3G, terdiri dari Gek Diah, Gek Laras dan Gek Mira ini mencoba menghadirkan bentuk bermusik yang berbeda melalui jalur dangdut -genre yang belum banyak dilakoni industri musik Bali.

Tampil pula sekaa Bondres Dwi Mekar asal Buleleng. Grup bondres yang didirikan tahun 1991 oleh I Nyoman Durpa ini tak hanya kerap tampil di Bali, namun telah diundang pula mengisi acara hingga ke Korea dan Jerman.  (SB-kom)

Comments

comments

Comments are closed.