Knalpot Motor Picu Bentrok Dua Dusun di Gianyar

180

SULUHBALI.CO, Gianyar — Polisi mendorong warga dua dusun adat (banjar) di Kabupaten Gianyar, Bali, yang terlibat bentrokan pada Hari Raya Galungan, segera berdamai.

“Untuk menjaga situasi keamanan di Banjar Pinda dan Banjar Banda tetap kondusif, kami mendorong warga yang terlibat bentrokan segera berdamai,” kata Kepala Kepolisian Sektor Blahbatuh, Komisaris I Wayan Latera, Kamis (22/15).

Menurut dia, situasi di Banjar Pinda, Desa Saba, dan Banjar Banda, Desa Banda, Kecamatan Blahbatuh, berangsur-angsur aman dan terkendali sejak terjadi bentrokan selama dua hari, Selasa (20/5) dan Rabu (21/5).

Meskipun demikian, pelaku yang mengakibatkan warga dari kedua dusun adat harus menjalani perawatan secara intensif akibat luka-luka itu diproses secara hukum.

“Kasus tersebut tetap ditangani oleh Polres Gianyar,” kata Wayan Latera seusai memantau situasi keamanan di kedua dusun adat tersebut.

Sebelumnya, tokoh adat dari dua banjar tersebut melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh pihak Polres Gianyar untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Peristiwa yang terjadi pada hari Selasa (20/5) pukul 01.00 Wita dipicu sekelompok anak muda asal Banjar Banda yang mengendarai sepeda motor dengan suara knalpot yang memekakkan telinga warga Banjar Pinda.

Warga berusaha mencari sekelompok anak muda yang membuat kegaduhan, namun tidak ditemukan. Selang beberapa menit datang tujuh pemuda asal Banjar Banda mengendarai sepeda motor.

Sesampainya di depan Banjar Pinda, mereka dilempar tong sampah sehingga mengakibatkan seorang pengendara asal Banjar Banda, I Putu Adi Surya Pratama (14), terjatuh dan menimpa I Putu Arta (22), warga Banjar Pinda.

Melihat Arta tertabrak oleh motor Adi Surya, warga Banjar Pinda keluar rumah setelah mendengar suara “kulkul” atau kentongan dan mengeroyok pengendara motor asal Banjar Banda itu.

Akibatnya Adi Surya yang masih duduk di bangku SMP itu mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani, Kabupaten Gianyar.

Peristiwa itu berlanjut pada hari Rabu (21/5) saat umat Hindu merayakan Galungan. Sekitar 50 warga Banjar Banda mendatangi rumah I Wayan Sadya (34) di Banjar Pinda untuk melampiaskan dendam atas peristiwa yang dialami Adi Surya.

Sadya mengalami luka pada bagian rusuk kanan, wajah, dan mulut setelah dikeroyok warga Banjar Banda sehingga harus menjalani perawatan di RS Ganesa, Sukawati. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.