Kini Tercatat 10.371 Penderita HIV/AIDS Di Bali

43

Peringatan hari HIV/AIDS di Denpasar (foto hum.Bali).

SULUH BALI, Denpasar – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta memaparkan jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Bali sampai pada bulan Oktober 2014 mencapai 10.371 orang, dari jumlah sebelumnya di bulan Agustus 2013 yang berjumlah mencapai 8.047 orang yang sudah terjangkau.

“Peningkatan cukup drastis terhadap penularan penyakit ini, dan diBali diasumsikan berjumlah 26.000 lebih orang yang sudah terkena penyakit,” ungkapnya dalam acara Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia Indonesia, di Denpasar. Selasa (9/12/2014).

“Sekarang ini jangkauan yang kita dapatkan perbulannya yang terjangkit virus HIV/AIDS berjumlah 100 sampai 120 orang. Di Indonesia, Bali menduduki peringkat No. 5 masyarakatnya yang mengidap penyakit HIV/AIDS setelah Papua, Jatim, DKI, Jabar dan setelah itu baru Bali,” Sudikerta menambahkan.

Untuk mencapai hal yang belum tercapai dalam penanggulangan penyakit mematikan ini, kata Sudikerta harus melaksanakan upaya-upaya kerja keras melalui program-program yang kreatif dan inovatif diantaranya melalui antisipatif, dimana harus melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap penyakit HIV/AIDS tersebut melalui pembuatan lembaga-lembaga yang bisa diajak bekerjasama, baik itu KSPAN yang ada di sekolah maupun KDPA yang ada di desa maupun LSM.

Kemudian preventif melalui seminar-seminar dan penyuluhan dan juga melalui kuratifnya misalnya yang sudah terkena penyakit ini harus diobati dirumah sakit, puskesmas-puskesmas dan klinik visity.

“Melalui peringatan hari HIV/AIDS sedunia ini kita harapkan seluruh komponen masyarakat kita terketuk hatinya untuk bersama-sama melakukan upaya-upaya agar kita bisa menjangkau yang belum kita jangkau, sehingga tidak ada perkembangan-perkembangan yang begitu drastis menularnya,” katanya.

Untuk KDPA yang ada di desa-desa diseluruh Bali, Sudikerta mengatakan untuk saat ini masih di Kabupaten Badung saja yang tercipta. “Tetapi kita berharap diseluruh Bali bisa terbangun KDPA. Karena KDPA ini sangat memegang peranan penting didalam kehidupan masyarakat Desa kita,” harapnya.

Lebih lanjut Sudikerta juga menghimbau kepada seluruh masyarakat diBali khususnya agar lebih menjaga dan memperdulikan kesehatan diri terhadap besarnya dampak penyakit HIV/AIDS yang sudah menyebar di Pulau Dewata ini.

“Semuanya tergantung dari kita, kita hendaknya tidak berprilaku yang tidak sehat, dan mulai belajar menerapkan hidup sehat dari mulai bangun pagi,” ujarnya. (SB-Lik)

Comments

comments

Comments are closed.