Kini Kawasan Besakih Punya Manajemen Operasional

Pengurus Manajemen Operasional Kawasan Pura Besakih (foto humas.Bali).

SULUH BALI, Amlapura – Setelah pengukuhan, kini Kawasan Pura Besakih memiliki Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan, yang bertujuan agar pura terbesar di Pulau Dewata dan terletak di kabupaten Karangasem itu dapat ditata sebaik-baiknya.

Sudikerta yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Pura Agung Besakih berpandangan dengan ditata dan dikelolanya kawasan Besakih, maka dapat meningkatkan keyakinan dan bakti umat terhadap Ida Bhatara (manifestasi Tuhan) yang berstana di Pura Besakih.

“Dalam wadah Badan Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih yang kita bentuk dan dikukuhkan pada hari ini, saya harapkan akan mampu mengubah dan memperbaiki tata kelola yang berkaitan dengan kawasan ini, sehingga fungsi Besakih sebagai tempat peribadatan umat Hindu dapat memberikan nuansa yang nyaman, aman, damai dan lestari,” kata Sudikerta di sela-sela pengukuhan tersebut, di Amlapura, Karangasem, Senin (26/12/2016).

“Sehingga hakikat tujuan hidup dan nilai hidup yang diajarkan Agama Hindu akan melahirkan orang-orang yang melaksanakan dharma (kebenaran) dan swadharma (kewajiban) dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Orang nomor dua di Pemprov Bali tersebut juga meminta kepada Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih untuk bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan Pura Agung Besakih merupakan kawasan suci dan mercusuarnya Pulau Bali yang memiliki kekhasan adat dan budaya dengan dilandasi filosofi Tri Hita Karana, yang dijiwai oleh Agama Hindu dan dijadikan salah satu objek daya tarik tujuan wisata di Kabupaten Karangasem.

Untuk itu, dengan telah dikukuhkannya Badan Pengelola Kawasan Pura Agung Besakih, maka diharapkan pengelolaan dan penataan kawasan Pura Besakih dapat lebih baik lagi sehingga kunjungan umat Hindu yang hendak bersembahyang dan juga wisatawan dapat meningkat.

Acara pengukuhan tersebut juga diisi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Karangasem dengan Desa Pakraman (desa adat) Besakih.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Sekda Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, jajaran SKPD di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Karangasem. (SB-ant)

Comments

comments