Ketut Sukrantara Ditangkap di Amerika| Dituduh Cabuli Gadis Dibawah Umur

6286
Foto montage Ketut Sukrantara dan Kadis Tenaga Kerja Bali Ketut Wija.

SULUH BALI, DENPASAR –  TKI asal Buleleng, Gede Sukrantara (26) ditangkap oleh Sheriff kota Broward County, Amerika di atas kapal pesiar Holland America Line (HAL) 19 Januari 2017 waktu setempat. Alasan sheriff (polisi lokal AS) ini, karena waiter asal Buleleng ini mencabuli anak di bawah umur. Umur gadis yang diajak berhubungan di lantai 12 kapal tersebut adalah 15 tahun.

Laporan orang tua gadis menyebut, Sukrantara memasukan anak mereka ke dalam kamar mandi, lalu memaksakan melakukan seks. Lalu korban melaporkan peristiwa itu kepada kru kapal lainnya. Sampai sekarang Sukrata masih ditahan di penjara di kawasan Miami, Florida.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  provinsi Bali Ketut Wija menjelaskan jika saat ini pihaknya sedang mengupayakan untuk membebaskan Sukratara.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan  langkah koordinasi dengan Konsulat Jendral Indonesia di Amerika. “Kita sudah koordinasi dengan konjen (untuk membebaskan). Namun saat ini kita belum mendapat perkembangan terbaru,” ujarnya saat ditemui di Denpasar pada, Selasa (24/1).

Ia mengakui hingga saat ini pemerintah provinsi Bali secara resmi belum menerima informasi secara tertulis terkait dengan penangkapan TKI asal Buleleng tersebut. Justru informasi itu didapat dari portal portal berita online dam Koran Koran. “Kita tidak menerima informasi tertulis. Kita dapat informasi dari portal portal berita online. Dan informasi itu tidak ada yang beda,” ujarnya.

Ia menjelaskan meski belum mendapatkan informasi resmi, namun pihaknya siap mengupayakan pembebasan TKI asal Bali tersebut bekerja sama dengan konjen asal Indonesia. Ia menambahkan, pihaknya akan menyiapkan pengecara untuk membabaskan TKI asal Buleleng jika pelapor tidak mencabut laporannya.

“kita akan siapkan pengacara untuk membebaskan TKI, jika laporan tersebut tidak segera dicabut oleh pelapor. Tapi kita harapkan pelapor segerah mencabut laporannya,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ketut Wija mengaku, pihaknya hingga saat ini masih belum mengantongi informasi resmi dari pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI). (SB-Rio)

 

Comments

comments