Ketua PHDI Bali | Kunjungan Raja Salman, Mantapkan Toleransi

145
Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana (foto rka).

SULUH BALI, Denpasar – Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana menilai, kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, khususnya Bali akan mampu lebih memantapkan toleransi dan kerukunan kehidupan lintas agama.

“Beliau adalah raja yang bijaksana dan toleransi, karena selain mengunjungi masjid juga diharapkan mengunjungi Pura Besakih,” kata Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Ngurah Sudiana di Denpasar, Sabtu (4/3).

Ia mengatakan, Indonesia, khususnya masyarakat Bali sangat bersyukur atas kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama sekitar 1.500 orang anggota rombongan termasuk di antaranya putra mahkota, 25 orang pangeran, 14 pejabat setingkat menteri dan keluarga kerajaan.

Kunjungan wisata di Bali akan berlangsung selama lima hari, 4-9 Maret 2017 setelah melakukan lawatan kenegaraan di Jakarta.

Ngurah Sudiana menilai, kunjungan rombongan Raja Arab ke Pura Besakih itu mencerminkan hal yang sangat baik dalam mewujudkan kebhinekaan bagi Indonesia, sekaligus memantapkan kedamaian, kenyamanan dan kerukunan umat lintas agama.

“Kunjungan raja Salman dan rombongan diharapkan memberikan hikmah tersendiri yakni masyarakat di negara Timur Tengah berbondong-bondong berwisata ke Bali” ujar Ngurah Sudiana.

Ia juga menyambut baik, Bali mendapat kesempatan mementaskan tari pendet dalam acara menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud beserta rombongan saat menginjakkan kakinya di Bandara Ngurah Rai.

Hal itu secara tidak langsung dapat menunjukkan identitas Bali dengan harapan hubungan dan kerja sama antara Arab Saudi dengan Indonesia, khususnya Bali semakin baik di masa-masa mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha dalam kesempatan terpisah sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah mendapat kepastian bahwa Tari Pendet telah disetujui untuk dipentaskan menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Tari Pendet untuk penyambutan kedatangan Raja Arab Saudi di Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (4/3) petang, akan dibawakan oleh 50 penari cilik dari Sanggar Tari Sawitri yang merupakan binaan Dinas Kebudayan Provinsi Bali.

Tari Pendet yang ditampilkan pun tidak ada perubahan, tetap Tari Pendet seperti biasanya, dari segi busana dan sebagainya. Tarian tersebut jika dilihat asal usul penciptaannya memang dibuat untuk penyambutan tamu agung.

Apalagi, lanjut Dewa Putu Beratha, tarian itu untuk menyambut kedatangan seorang raja, yang sekaligus menjadi momentum bagi Bali untuk mempromosikan adat dan budaya setempat, untuk mendukung perkembangan kepariwisataan.

“Sehingga budaya yang ditampilkan betul-betul budaya asli Bali, yang tidak diubah sesuai permintaan apapun. Karena yang dipromosikan adalah seni budaya Bali, pariwisata Bali adalah pariwisata budaya,” ujar Dewa Putu Beratha. (SB-ant)

Comments

comments