Ketua KPPS Bagi Formulir C-6 Plus Kartu Nama Caleg

54

SULUHBALI.CO, Tabanan — Sejumlah warga banjar Tuakilang Belodan Desa Denbantas, Tabanan melaporkan temuan yang diduga sebagai bentuk pelanggaran. Adapun laporan tersebut adanya penyerahan formulir C-6 yang disertai dengan penyerahan kartu nama beberapa caleg dan seorang calon DPD-RI.

Salah satu warga pelapor banjar Tuakilang Belodan I Gusti Ngurah Bagus Wirajaya menyebutkan beberapa tetangganya pada Sabtu (5/4) antara pukul 11 hingga pukul 17 WITA menerima formulir model C-6. Formulir C-6 ini merupakan surat panggilan kepada pemilih untuk hadir mencoblos ke TPS. Namun penyerahan formulir C-6 ini disertai dengan “menitipkan” kartu nama beberapa caleg dan kartu nama salah satu calon DPD-RI.

Bagi Bagus Wirajaya, hal tersebut dipandangnya telah menciderai semangat demokrasi menjelang Pileg 2014. Sehingga, mewakili warga Tuakilang ia dan bersama rekan sebanjarnya melaporkan kepada piak Paswacam Tabanan. Ini juga baginya sebagai bentuk pendidikan politik.

Sementara itu terlapor I Gusti Ngurah Rai selaku Ketua KPPS setempat mengakui bahwa benar dirinya menyerahkan formulir C-6, namun tidak berbarengan dengan penyerahan kartu nama caleg. Menurutnya penyerahan kartu nama caleg tersebut dikarenakan ada warga yang meminta dengan alasan agar si warga tahu siapa calon yang akan dicoblosnya.

Rai menambahkan, sebelum memberi kartu nama caleg dirinya sudah mengingatkan bahwa hal tersebut sangat riskan. Dengan alasan yang meminta kartu nama tadi hanya untuk mengenal calon yang akan dipilih, Rai akhirnya memberi kartu nama beberapa caleg.

“Saya sudah mewanti-wanti kepada warga yang meminta kartu nama caleg untuk tidak menyebar kartu nama tersebut kepada warga yang lain,” sebutnya.
Sementara itu Ketua Paswacam Tabanan I Made Wira Kusuma Dusak, Minggu (6/4) kemarin mengakui telah menerima laporan warga Banjar Tuakilang Belodan terkait dugaan Ketua KPPS yang melakukan penyerahan formulir model C-6 yang disertai dengan penyerahan kartu nama beberapa caleg.

Menurutnya terlapor hari ini (Senin, 7/4) akan dipanggil untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.
“Laporan dugaan pelanggaran pemilu saya terima siang ini (kemarin, red). Besok (hari ini, red) terlapor kami panggil,” jelasnya. (SB-DN)

Comments

comments

Comments are closed.