Kesiapan Pengusaha Hadapi Pasar Bersama ASEAN 2015

39
Putu Satria Wira. |foto-gede|
SULUHBALI.CO , Badung – Pada 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Tujuan dari pasar ASEAN itu sendiri adalah menjadikan ASEAN suatu kesatuan komunitas untuk melawan arus ekonomi dunia dari Negara lain.
Dalam menghadapi pasar ASEAN bukanlah sesuatu yang mudah, pasar bebas ASEAN harus disikapi dengan serius. untuk membuka jalur komunikasi dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan pasar ASEAN hari ini Asosiasi Pengusaha Indoneia (APINDO) Bali menyelenggarakan pertemuan pengusaha dari berbagai bidang untuk dapat bertukar pendapat mengenai kendala-kendala dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 mendatang.
Dari pihak serikat pekerja pariwisata mengalami kendala kurangnya kesadaran pekerja pariwisata untuk mengikuti uji kompetensi agar dapat memenuhi standarisasi kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi pasar bebas ASEAN. Selain para pekerja yang masih belum memenuhi standarisasi kompetensi, banyak perusahaan yang tidak mengijinkan para karyawannya untuk mengikuti uji kompetensi dikarenakan ketakutan akan kehilangan banyak pekerja apabila para pekerja sudah memiliki sertifikat lulus uji kompetensi.
Putu Satria Wira selaku pembicara dari Serikat Pekerja Pariwisata mengatakan bahwa dari pihak serikat pekerja juga mengharapkan kerjasama pemerintah, serikat pekerja pariwisata berharap agar pemerintah juga dapat membantu biaya operasional yang diperlukan untuk melakukan uji kompetensi bagi para pekerja.  
“Kami sangat mengharapkan kerja sama pemerintah agar bersedia membantu biaya operasional uji kompetensi para pekerja pariwisata tentu agar kita sama-sama siap dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, jadi apabila nanti kita sudah memenuhi sertifikasi kompetensi dan sertifikasi pariwisata, kita semua sudah siap menghadapi pasar ASEAN 2015 mendatang dan kita turut bersaing, tidak sekedar menjadi penonton” ungkapnya di Nusa Dua (28/5/2014).
Sementara itu dari pihak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali mengaku siap menghadapi pasar bebas ASEAN, namun ada beberapa hal yang memang perlu di tingkatkan lagi, seperti misalnya meningkatkan kualitas Teknologi Informasi (TI) mengingat TI sendiri merupakan media utama untuk berkomunikasi. Selain kualitas Teknologi Informasi yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan berkomunikasi juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Ketua HIPMI Bali juga menekankan bahwa pentingnya melakukan kunjungan ke Negara tetangga untuk melakukan pertukaran informasi. (SB-tha)

Comments

comments