Kesaktian Pancasila Payung Persatuan dalam Keberagaman Nusantara

248

Oleh I Wayan Supadma Kerta Buana

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia dan menjadi pandangan hidup seluruh bangsa. Pancasila juga merupakan dasar Negara Republik Indonesia Pancasila sejak sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Pokok-pokok pancasila memuat dasar-dasar luhur bangsa Indonesia dalam bingkai persatuan dan kesatuan serta keberagaman nusantara dari sabang sampai merauke.

Kesaktian Pancasila merekatkan setiap keberagaman yang ada di Indonesia. Perbedaan agama, suku, ras, agama dan golongan hidup harmonis di bawah payung ideologi Pancasila yang agung. Semangat-semangat persatuan termuat dalam sila-sila di dalamnya memberikan jiwa persatuan yang erat antar bangsa. Perbedaan bukanlah pertentangan namun perbedaan yang indah bagi bangsa yang majemuk.

Sila Pertama “Ketuhanan yang Maha Esa” bisa dimaknai keberagaman dalam konteks keagamaan. Sila ini menguatkan bahwa perbedaan agama hanyalah sebagai sebuah perbedaan pandangan dengan tujuan sama. Tuhan setiap agama adalah sama namun dengan sebutan-sebutan yang berbeda sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan setiap agama yang dianut.

Sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dalam konteks keberagaman dapat dipahami sebagai persamaan derajat warga Negara. Dalam kehidupan semua orang adalah sama-sama mahluk ciptaan Tuhan yang sama dan hanya berbeda atas ketaqwaan dan keimanan secara personal. Setiap manusia yang derajatnya sama dalam bingkai bangsa harus mendapat keadilan sama tanpa ada sebuah ketimpangan sosial.

Sila ketiga “Persatuan Indonesia” sebagai keberagaman nusantara yang memiliki kearifan dan kekayaan budaya yang adiluhung. Berbagai macam suku, agama, ras dan golongan menjadi kekayaan bangsa Indonesia yang membuat bangsa menjadi besar dan agung. Kekayaan bangsa Indonesia ini adalah kekayaang semua warga Negara Indonesia, inilah menjadi perekat persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Sila keempat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyaratan perwakilan”, dalam konteks keberagaman dalam mencapai mufakat harus dilakukan dalam bentuk musyawarah dalam kebersamaan. Dalam berbagai macam perbedaan untuk memperoleh keputusan yang bijaksana harus melalui proses musyawarah dengan berbagai komponen sehingga memutuskan keputusan yang berlaku bagi keadilan semua orang.

Sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” sebagai keberagaman dalam keadilan sosial. Keadilan sosial tidak hanya kepada satu warga Negara atau kelompok tertentu namun kepada seluruh bangsa Indonesia. Keadilan sosial menjadi sangat penting didapatkan secara merata oleh seluh bangsa Indonesia dalam keberagaaman suku, ras, agama dan golongan.

Kesaktian pancasila dalam keberagaman bangsa yang adiluhung seharusnya kemudian tidak lagi terusik oleh berbagai paham-paham yang menyimpang. Paham-paham yang berbau separatis atau radikalisme harus diatasi sehingga tidak mengikis nilai-nilai persatuan di bahwa payung Pancasila. Menjadikan Pancasila sebagai dasar pandangan hidup dalam keberagaman akan dapat menyatukan berbagai aspek baik sosial, politik, ekonomi, budaya serta agama untuk kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Comments

comments