Kerjasama Bali dengan Australia Tetap Jalan

44

Suasana konsulat Australia di Renon, Denpasar. (foto Enny)

 SULUHBALI.CO, Denpasar — Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan kerja sama bidang kemanusiaan antara daerahnya dengan Australia akan tetap jalan meskipun terjadi kerenggangan hubungan Indonesia dengan Negeri Kangguru itu akibat kasus penyadapan.

“Presiden pesan kepada saya hal-hal yang sifatnya kemanusiaan itu tetap jalan. Saya juga tanya beliau bagaimana hubungan Bali dengan Australia,” katanya, di Denpasar, Kamis (28/11).

Menurut mantan Kapolda Bali itu, tidak mudah juga memutus hubungan begitu saja dengan Australia karena negara tersebut merupakan tetangga terdekat dan selama ini sudah terjalin kerja sama di bidang kemanusiaan, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia mencontohkan pada bidang kesehatan, RSUP Sanglah di Bali sudah menjalin “sister hospital” dengan Rumah Sakit Royal Darwin. Di samping itu, Rumah Sakit Indera milik Pemprov Bali selama ini banyak dibantu oleh Pemerintah Australia.

Pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dalam bidang pelatihan keterampilan untuk menyiapkan SDM Bali dalam menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN.

“Termasuk rencananya dijalin ‘sister university’ atau kerja sama antar-universitas di Bali dengan Australia,” katanya.

Di sisi lain, ucap dia, kerja sama soal respons dan mengantisipasi kebencanaan dengan Australia juga masih diperlukan karena mungkin saja tenaga ahli dan rumah sakit di Bali kurang di saat terjadi musibah.

Pastika juga optimistis wisatawan Australia akan tetap mengunjungi Pulau Dewata atau dengan kata lain pariwisata Bali yang selama ini dominan ditopang oleh kunjungan wisatawan dari Negeri Kangguru itu tidak terlalu berdampak akibat ketidakharmonisan hubungan Pemerintah Indonesia dengan Australia.

Terlepas dari kasus sadap-menyadap yang dilakukan Australia, yang sangat terkait dengan kepentingan politik, Pastika mengharapkan hal-hal yang bersifat kemanusiaan akan tetap jalan.

“Kecuali kalau urusan luar negeri yang sifatnya diplomatik dan lain sebagainya ‘kan urusan pusat,” kata Pastika. (SB-ant)

Comments

comments