Keren | Gelar “Sri Paduka Raja” Fadli Zon dari Kerajaan Singaraja

0
3040
Fadli Zon menerima gelar Sri Paduka Raja dari Kerajaan Singaraja (foto twitter Fadli Zon)

SULUH BALI, Singaraja — Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon mendapat gelar “Sri Paduka Raja” dari Kerajaan Singaraja, Jumat (30/3/2018) malam. Anugrah ini diperoleh Pimpinan Partai Gerindra bersama sejumlah tokoh dan pengusaha dari Malaysia, Singapura dan Tiongkok karena dianggap memberi kontribusi pada budaya dan pembangunan di kabupaten Buleleng.

Penyerahan penghargaan yang tergolong keren di masa ini, dilakukan oleh Yang Mulia Raja Singaraja Anak Agung Ngurah Ugrasena, yang merupakan cucu dari raja Buleleng AA Panji Tisna. Penghargaan itu berupa selempang, PIN Kebesaran Kerajaan dan sertifikat. Menurut Ugrasena, Fadli zon yang dikenal sebagai pelestari keris Nusantara telah turut melestarikan adat dan budaya bangsa.

Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan 414 tahun dengan berdirinya Puri Agung Singaraja, yaitu pada 30 Maret 1604. Hari ini juga dijadikan sebagai hari jadi kota Singaraja.

“Disini kami berkewajiban memberi pandangan pada generasi muda, bahwa kerajaan Singaraja adalah kerajaan tua di Bali dan Indonesia

Fadli Zon seusai penyerahan penghargaan itu menyatakan, bahwa event budaya yang terus melestarikan warisan nenek moyang, seperti acara tumpek Landep di Bali, yaitu pembersihan keris keris yang merupakan pusaka, harus terus dijaga semangatnya, agar terus lestari. .

Fadli Zon mengucapkan banyak terima kasih pada penghargaan yang telah diberikan pada dirinya, “Saya mendapatkan semacam anugrah budaya, tentu saya sangat menghormati dan menghargai.” Ke depan orang dekat Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ini berharap kerajaan dan kesultanan yang ada di Indonesia tetap melestarikan sejarah dan tradisi yang telah diwariskan dari nenek moyang. “Warisan budaya adalah kekayaan nasional, bukan sekedar laut, batubara dan minyak. Tapi budaya itu sesungguhnya, adalah kekayaan nasional yang luar biasa, “Dan sangat berharga untuk menjaga kita tetap utuh, bersatu dan tumbuh, serta berkembang di masyarakat dunia.” (SB-tim)

Comments

comments