Kenaikan Harga Panen Berkualitas

37

cengkeh

SULUHBALI.CO, Denpasar – Sejumlah komoditas perkebunan rakyat tingkat petani di Bali seperti kakao, terus mengalami kenaikan yang hal serupa juga sebelumnya telah dialami cengkeh, dan kopi robusta.

“Harga hasil perkebunan rakyat daerah ini mengalami kenaikan signifikan dan hal itu sesuai harapan petani,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali I Dewa Made Buana Duwuran di Denpasar, Rabu (9/10).

Ia menyebutkan, harga kakao di tingkat petani akhir September 2013 mencapai Rp28.350 per kg jenis fermented dan Rp25.850 per kg jenis asalan, yang telah naik dari sebelumnya Rp23.500 dan Rp21.000/kg.

Disamping itu kopi jenis robusta yang sebelumnya Rp600/kg naik menjadi Rp24.500/kg Minggu IV September 2013, sementara kopi arabika yang sebelumnya sudah naik kini tetap bertahan Rp32.500/kg.

Harga cengkih di tingkat petani juga mengalami kenaikan dari Rp120.000/kg menjadi Rp135.000/kg awal September 2013, sedangkan gagang bunganya ikut naik dari Rp15.000/kg pekan lalu sekarang menjadi Rp20.000/kg.

Kini para petani yang tengah menikmati harga yang baik tentu tak lepas dari upaya petani yang selalu memperhatikan kualitas produksi dengan melakukan petik merah sehingga harga tetap lebih baik dari rata-rata pasaran internasional.

Sementara itu harga kelapa butir, di mana masyarakat Bali banyak yang memerlukannya untuk upacara Agama, ngaben massal, maupun yang lainnya juga mengalami kenaikan harga dari Rp2.700 menjadi Rp3.000/butir pada pekan ini namun berbeda dengan  jambu mente jenis gelondongan tidak mengalami kenaikan dengan harga tetap Rp13.500/kg. (SB-ant/lik)

Comments

comments

Comments are closed.