Kemenangan Jokowi di Beberapa Kabupaten se-Bali

123

SULUHBALI.CO,

Singaraja

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla unggul di Kabupaten Buleleng, Bali, dengan memperoleh 232.228 suara atau 69,31 persen.

Dari hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2014 di KPU Buleleng, Rabu, pasangan nomor urut 2 itu mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh 102.852 suara atau sekitar 30,69 persen.

Jokowi-JK unggul di hampir seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di “Bumi Panji Sakti” itu yang berjumlah 971 TPS yang tersebar di 148 desa/kelurahan di sembilan kecamatan.

Sementara itu, Ketua KPU Buleleng Gede Suardana dihubungi dari Denpasar menyatakan bahwa secara umum pelaksanaan Pemilu di Buleleng berjalan lancar dan aman.

“Secara umum pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara berlangsung aman dan lancar,” ucapnya.

Kabupaten di Bali Utara itu memiliki jumlah pemilih yang paling banyak yakni mencapai 543.542 pemilih dari total jumlah pemilih yang terdaftar di seluruh Pulau Dewata mencapai 2.942.282 orang.

Jumlah tersebut terbagi menjadi pemilih laki-laki yang mencapai 1.460.080 dan perempuan mencapai 1.482.202 orang.

 

Badung

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung menyatakan pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih 70,7 persen atau 189.217 suara pada Pemilu Presiden 2014.

“Sedangkan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 29,2 persen atau 78.066 suara,” kata Ketua KPU Kabupaten Badung Anak Agung Raka Nakula seusai memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilpres 2014 tingkat Kabupaten Badung, Rabu.

Menurut dia, bersarkan catatan rincian data di enam kecamatan di Kabupaten Badung yakni, Kecamatan Kuta pasangan nomor urut 1 yaitu Prabowo-Hatta meraih 6.269 suara sedangkan pasangan nomor urut dua Jokowi-JK meraih 18.968 suara.

Selanjutnya Kecamatan Mengwi pasangan nomor 1 meraih 21.692 suara dan capres nomor 2 masih unggul dengan perolehan 52.545 suara dan Kecamatan Abiansemal capres nomor 1 meraih 16.355 suara dan capres nomor 2 meraih 40.988 suara.

Di kecamatan paling utara Kabupaten Badung yakni, Kecamatan Petang pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta meraih 6.285 suara dan capres dan cawapres Jokowi-JK meraih 12.191 suara.

Begitu juga dengan dua kecamatan lainnya yaitu, Kecamatan Kuta Selatan pasangan nomor 2 masih unggul dengan peroleh 32.360 suara dibandingkan pasangan nomor 1 yang hanya meraih 15.350 suara dan untuk Kecamatan Kuta Utara Jokowi-JK meraih 32.165 suara dan Prabowo-Hatta hanya memperoleh 12.115 suara.

Dalam kesempatan itu, saksi dari capres dan cawapres nomor urut 1, Mohamad Thauvan menyatakan, menerima hasil keputusan itu karena tidak ada suara yang dimanipulasi atupun kecurangan lainnya dalam tahapan Pilpres 2014.

“Walaupun perolehan suara kami masih jauh dari target, tetapi inilah kenyataan yang terjadi di lapangan dan menjadi acuan untuk melakukan pembenahan di internal partai kami,” ujarnya.

Sementara itu, saksi dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 2, I Made Sumerta juga mengatakan hal yang sama bahwa proses penghitungan suara yang dipeganggnya sama dengan rekapitulasi yang dilakukan KPU Badung.

“Saya berterima kasih kepada rakyat yang telah menjaga dan mengikuti tahapan pilpres dengan aman dan damai,” ujarnya.

Klungkung

Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menang telak atas rivalnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dalam Pemilu Presiden 2014 di Kabupaten Klungkung, Bali.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Klungkung di Semarapura, Rabu, Jokowi-JK meraih 70.831 suara, jauh mengungguli Prabowo-Hatta yang hanya 35.921 suara.

Padahal pada pemilu legislatif 9 April lalu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang didirikan Prabowo meraih suara terbanyak, mengungguli Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang pada Pilpres 2014 mencalonkan Jokowi-JK.

Jumlah daftar pemilih tetap di Kabupaten Klungkung mencapai 154.913 pemilih, namun jumlah suara sah sebanyak 106.752 dan tidak sah 1.195.

Pasangan Jokowi-JK menang di semua kecamatan, termasuk Kecamatan Nusa Penida sebagai daerah asal Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta-Made Kasta, yang pada Pilpres 2014 menjadi Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Di Nusa Penida, Jokowi-JK meraih 15.767 suara, sedangkan Prabowo-Hatta hanya 12.150 suara.

Sidang pleno KPU Kabupaten Klungkung yang digelar di gedung DPRD setempat berlangsung aman dan lancar. Saksi dari kedua pasangan juga menandatangani hasil rekapitulasi.

“Karena kedua saksi sudah menandatangani, maka kami langsung buatkan berita acaranya,” kata Ketua KPU Kabupaten Klungkung Made Kariada yang memimpin sidang pleno tersebut.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Klungkung Komang Artawan menilai demokrasi di daerahnya berjalan dengan baik.

“Masyarakat sudah paham, sehingga pelanggaran yang terjadi sangat kecil. Ini menandakan demokrasi di Klungkung berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pemenangan Prabowo-Hatta, Made Kasta, menerima kekalahan atas hasil pilpres tersebut. “Masyarakat sudah memiliki figur yang akan di pilih. Ini juga sebagai bukti bahwa tidak ada intervensi politik dari kepala daerah,” kata Wabup Klungkung itu.

 

Denpasar

Tingkat partisipasi pemilih yang menggunakan hak suaranya pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014 di Kota Denpasar, Bali, mencapai 78 persen.

“Partisipasi pemilih tersebut meningkat jika dibandingkan saat pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April lalu yang besarnya 73 persen,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar Gede Jhon Darmawan di sela-sela rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pilpres di Denpasar, Rabu.

Ia mengemukakan, jumlah seluruh pengguna hak pilih di Kota Denpasar pada Pilpres 2014 sebanyak 323.392 pemilih, sementara jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 409.374. Dengan demikian, tingkat partisipasi pemilih di Kota Denpasar sekitar 78 persen.

“Kami memandang terjadi peningkatan partisipasi pemilih karena sebenarnya kedua pasangan capres-cawapres ini adalah calon yang populer dan diyakini dapat membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan demikian, tambah dia, tingkat antusiasme untuk memilih pun tinggi, ini bisa dilihat dari tingginya partisipasi pemilih untuk datang ke TPS.

“Berbeda halnya dengan penduduk pendatang yang ketika pileg enggan memberikan pilihannya karena tidak kenal dengan caleg lokal, sedangkan pada saat pilpres mereka berbondong-bondong datang ke TPS,” ucapnya.

Bahkan, kata Jhon, pemilih yang pindah memilih pun mempersiapkan dirinya dengan meminta surat pindah memilih (formulir model A5 PPWP) yang jumlahnya di Denpasar mencapai 1.070 orang.

“Hal ini sangat jarang terjadi di daerah urban dengan tingkat mobilitas penduduknya yang tinggi,” katanya.

Sebelumnya KPU Kota Denpasar menargetkan partisipasi pemilih pada Pilpres 2014 di Ibu Kota Provinsi Bali itu hanya 75 persen atau sama dengan target nasional.

Jhon berpandangan sebelumnya banyak pendatang yang akan memilih, namun mesin tim pemenangan dan kampanye pasangan capres kurang berperan sehingga dikhawatirkan dapat berpengaruh pada rendahnya partisipasi pemilih.

Pada pleno rekapitulasi tersebut, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih 75,15 persen suara sah di Kota Denpasar atau sebanyak 241.620 suara, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 79.880 suara (24,85 persen).

(SB-ant)

Comments

comments