Keluarga korban menangis saat di TKP (foto-adit)

SULUHBALI.CO Mangapura — Bus pariwisata yang masuk jurang di dekat jembatan Suluban, kawasan Pecatu, Kuta Selatan hingga menyebabkan 6 nyawa melayang pada saat senin ( 18/11 ), hingga kini masih diselidikan penyebabnya oleh petugas terkait.

6 nyawa yang melayang dari kejadian ini menyisakan luka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, dan hingga hari ini Kamis ( 21/11 )  bus naas tersebut belum dievakuasi dikarenakan kendala cuaca yang tak bersahabat dan masih penyelidikan.

Beberapa keluarga dari korban bus naas tersebut hari ini mendatangi bangkai bus yang masih berada di dalam jurang tersebut dan sempat ada yang pingsan ketika melihat bus tersebut dari ketinggian jalan. Tangisan keluarga pun ikut mewarnai suasana sekitar jalanan yang menjadi lokasi kejadian kecelakaan itu.

bus23x
Keluarga korban sembahyang untuk roh korban kecelakaan. (foto adit)

­­Di sekitar tempat kecelakaan itu pun dijaga beberapa petugas, karena hari ini team gabungan dari Mabes Polri, yaitu team TAA ( traffic analyst accident) serta Dishub Provinsi, kota hingga Badung akan meninjau lokasi ini untuk mengetahui penyebab tragedi tersebut.

Beberapa keluarga yang turun ke bawah jurang ini pun mendapat penjagaan dari pihak kepolisian, agar tidak mendekat ke bangkai bus tersebut untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.

Keluarga yang turun mendekati bangkai bus ini pun berteriak, sambil menangis menyebutkan nama salah satu korban dalam tragedi tersebut. Kemudian melakukan ritual persembahyangan di sekitar area bangkai bus pariwisata itu. (SB – Adit)

 

Video (kameraman gustiar)

Comments

comments

Comments are closed.