Kekayaan Budaya Jati Diri Kota Gianyar

502

SULUH BALI, Gianyar ─ Gianyar sebagai daerah yang dikenal sebagai gudangnya seni budaya yang ada di Bali menjadi pembentuk jati diri kota Gianyar.  Kekayaan budaya kota Gianyar ini ditunjukan pada pawai HUT Kota Gianyar ke 244 digelar semarak  mengambil tempat di open stage Bali Budaya Kabupaten Gianyar, Jumat (17/4/2015).

Pawai budaya yang mengambil tema “Dhira jagadhita” yang berarti mengokohkan kesejahteraan masyarakat ini memiliki makna sebagai dari penghormataan dan penghargaan masyarakat Gianyar atas adanya warisan-warisan budaya oleh leluhur-lehur terdahulu sehingga menjadi kekayaan budaya yang adiluhung sampai sekarang.

“Kekayaan seni budaya atau warisan-warisan leluhur dari para yang membentuk budaya bali ini seperti beliau-beliu Mpu Kuturan, Dang Hyang Nirarta dan semua sampai Gelgel memberikan kepada seluruh masyarakat gianyar, dan bergema ke seluruh Bali dan mudahan bergema keseluruh seentero jagat bahwa kita bangga dengan warisan leluhur kita” ungkap A.A Gede Bharata pada sambutannya dan sekaligus mebuka pawai budaya kota Gianyar.

Pameran lukisan di Pawai Budaya Gianyar ke 244. |foto-su|
Pameran lukisan di Pawai Budaya Gianyar ke 244. |foto-su|

Pesan peting dari Bupati Gianyar ini adalah agar parade budaya yang dilaksanakan bisa dinikmati tidak hanya dalam kebahagian semata tetapi juga bisa diresapi sampai kelubuk hati terdalam, yang tujuannya tiada lain adalah untuk mengukuhkan kekayaan budaya sebagai sebuah jati diri kabupaten Gianyar.

“ Nikmatilah parade budaya ini, masukkanlah kedalam lubuk hati yang dalam sehingga kita mempunyai daya tahan, kita mempunyai jati diri untuk keberlangsungan dari kabupaten Gianyar dari Bali dan seluruh masyarakat Indonesia, dan Indonesia pada umumnya mempunyai daya tahan yang kukuh” imbuhnya.

Bahkan ia juga mengingatkan tentang pentingnya budaya itu dijaga keberlangsungannya, budaya itu sendiri yang akan secara langsung mendatangkan uang, dan sangat ditekankan juga untuk tidak malah terbalik yang menistakan budaya hanya karena untuk mendatangkan uang. “Budaya itu kita hargai, begitu budaya itu kita hayati duit pasti datang sendiri, jangan dibalik kita cari duit budaya itu kita nistakan, itu tidak berbudi” tegasnya.

Pawai budaya HUT kota Gianyar ke 244 ini melibatkan seluruh kecamatan yang di  Gianyar, diantaranya Kecamatan Gianyar, Tampak Siring, Payangan, Tegalalang, Sukwati, Blahbatuh, Ubud, siswa SMK 3 Sukawati serta dari perwakilan Propinsi Yogyakarta.

JOGJAKARTA TURUT PENTASKAN NILAI-NILAI SENI BUDAYA LOKAL

paradegianyar3
Perwakilan dari Jogyakarta di Pawai Budaya Gianyar ke 244. |foto-su|

Salah satu daerah yang berasal dari luar yang ikut memeriahkan pawai budaya HUT Kota Gianyar adalah perwakilan dari Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta yang mementaskan nilai-nilai seni budaya lokal yang khas dimiliki oleh provinsi Jogjakarta.

“Perwakilan daerah istimewa Jogjakarta, 5 empat kabupaten dan satu walikota di Daerah Istimewa Jogjakarta akan mementaskan nilai-nilai seni budaya setiap kabupaten dan walikota Daerah Istimewa Jogjakarta”  jelas Bupati Gianyar, A.A Gde Bharata.

Perwakilan Jogjakarta memukau penonton yang hadir dengan membawakan kesenian tradisional lokal tari “Golong Giling” dengan melibatkan puluhan penari. Tarian ini merupakan tarian klasik gaya Yogyakarta yang menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Yogjakarta. (SB-Su)

Comments

comments