Kejujuran, Pesan Moral Dari Lagu “Sopir Leneng” D’Bungsil Band

1664
D'Bungsil saat jumpa pers launching video klip dan single "Sopir Leneng". |foto-arx|

SULUH BALI, Denpasar – Band jenaka asal Tabanan, D’Bungsil kembali merapatkan barisan untuk menunjukkan eksistensi di belantika musik Bali. Band yang bernaung di bawah bendera Jaya Giri Pro ini, telah menggarap klip untuk single terbaru berjudul Sopir Leneng. Lagu ini juga bakal siap dirilis di radio dan televisi Jumat (25/11).

Sobag, vokalis D’Bungsil mengatakan, lagu ini menceritakan tentang seorang lelaki yang masih pengangguran tetapi pacarnya begitu sabar menemaninya dan selalu memberi semangat untuk bekerja. Karena zaman sekarang mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan bukan hal yang mudah. Namun, dalam perjalanannya setiap orang atau tema-teman si pria ini selalu bertanya tentang pekerjaannya.

Karena rasa malu untuk menjawab jadi pengangguran. Akhirnya dijawab dengan kata bercanda dijawab “Sopir Leneng”. Namun, kebanyakan orang mengira sopir travel, padahal sopir leneng. “Sopir” memiliki arti pengemudi dan “Leneng” itu semacam tempat duduk yang ada di depan setiap rumah di Bali. Leneng dulu menjadi tempat aktivitas rutin anak-anak hingga orang tua dulu yang senang duduk di Leneng.

Tetapi belakangan sangat sulit menemukan leneng. Tetapi dalam lagu ini Sopir Leneng diartikan seperti kebanyakan orang menganggap Sopir Leneng itu sebagai gurauan seorang pengangguran atau orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Tetapi, si pria ini terus mempunyai keinginan besar untuk bisa sukses dalam karir dan hidupnya.

Sekarang, esok hari pasti kehidupan setiap manusia berubah. Sebab, kegagalan hari ini bukanlah berarti kegagalan untuk esok hari. “Karena kalau mau bekerja keras kelak di kemudian hari kita pasti akan menemukan kesuksesan, ” terang Sobag di sela-sela syuting klip tersebut, Minggu lalu.

Video klip ini juga melibatkan beberapa seniman muda Bali, di antaranya Thiar “Duo Thiwi” yang juga sebagai pengisi prolog dalam single ini sekaligus menjadi model klip, dan grup bondres MKP sebagai model video klip. Selain itu, juga melibatkan komunitas yang ada di Tabanan yaitu Komunitas Bebek Besi Bali, Komunitas MonkeyASS.

Juga terlibat Semeton Krambitan Jero Aseman,  Jero Belong, Semeton Sweat Mangoes Pemanis, Penebel, dan lainnya . Penggarapan klip kali ini dipercayakan kepada Traxvideo dengan sutradara Oka Sudarsana.

Konsep cerita video klip ini tetap mengusung komedi, namun menyiratkan pesan moral. “Kami juga ingin menyampaikan pesan-pesan tentang kejujuran dan perjuangan tetapi tetap dengan nuansa yang kocak nan jenaka, ” terang Oka Sudarsana yang akrab dipanggil Betok.

Penggarapan video klip semuanya dilakukan di Tabanan. Mulai dari taman kota, pertokoan Gajah Mada, hingga di Krambitan daerah kelahiran Sobag. Proses penggarapan nya terbilang sangat lancar. “Ya, walaupun panas, kami tetap semangat dan selalu tertawa saat syuting,” terang Dwija, gitaris band ini.

I GN “Rahman” Murthana selaku produser dari Jaya Giri Pro mengatakan, dengan single ini tentu akan dapat mengingatkan D’Bungsil yang sempat eksis beberapa tahun lalu. Selain itu, single dan klip ini nantinya juga sebagai salah satu strategi pasar untuk memperkenalkan kembali karya dari D’Bungsil. “Jadi diharapkan dengan single di publish melalui media sosial, media cetak dan elektronik dapat kembali menghibur masyarakat, ” jelasnya.

Kata dia, klip ini juga dikemas beda dari yang sebelumnya, namun tetap bernuansa comedian yang sifatnya menghibur. Karena yang ditawarkan dari lagu ini memang liriknya cukup menghibur dan memasyarakat. Temanya sosial masyarakat tetapi tetap kocak yang ada sentuhan komedi dalam setiap baik lirik-liriknya.

“Lagu ini diharapkan menambah ruang berekspresi, kesempatan untuk pentas D’Bungsil. Karena lagu baru menarik untuk ditampilkan. Pasarnya kita lebih meningkat volume pentas dan juga jam terbang dari D’Bungsil, ” terangnya.

Band yang diperkuat Sobag (vokal, gitar), Dwija (gitar utama, backing vokal) dan dibantu oleh Lionk “Ueck” (bas) dan Dedi (drum) terbentuk tahun 2007 dengan mengambil genre berbasis rock. Mereka telah menelurkan dua album. Di antaranya Paling Mangkana (2007), Bulan ke Badung (2010) dan di tahun 2015 ini dengan single Sopir Leneng. (SB*)

Comments

comments