Kedokteran Undiksha Terus Diupayakan Terwujud

324

SULUHBALI.CO, Singaraja — Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengabaikan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tentang Moratorium Pembukaan Program Studi Baru dengan tetap membuka Fakultas Kedokteran.

“Pembukaan FK sudah kami rencanakan sejak 2009,” kata Rektor Undiksha, Prof Nyoman Sudiana, di Singaraja, Buleleng, Bali, Sabtu (20/7), “Apalagi dalam membuka fakultas baru di perguruan tinggi negeri di Bali utara itu dia mengaku mendapat dukungan dari masyarakat hingga Pemerintah Provinsi Bali.” Bahkan sejak 2009 pihaknya terus berusaha mewujudkan dengan  melalui proses dan mekanisme pendirian izin namun hal tersebut terkandala moratorium yang diberlakukan mulai 2012 hingga 2014.

“Kami sudah siap walaupun ada moratorium tetapi itu tidak mengikat dari KKI,” ujarnya. “Untuk mewujudkan rencana yang tertunda itu, pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia di antaranya 13 dokter yang memenuhi syarat menjadi dosen, sarana, dan prasarana pendukung seperti laboratoriun dan gedung,”  Rencananya FK menggunakan gedung di Fakultas Olahraga dan Kesehatan di Desa Jinengdalem. “Gedung tidak ada masalah, rencananya nanti di Fakultas Kedokteran ada di Fakultas Olahraga dan Kesehatan di Desa Jinengdalem,” ujarnya.

Sedangkan untuk laboratorium akan diperkuat dengan menggunakan fasilitas Fakultas MIPA. “Keinginan Undiksha untuk mendirikan FK mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Sudiana.

 

Gubernur Bali Sangat Mendukung
Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat mendukung upaa pendirian Fakultas Kedokteran di Undiksha, bahkan gubernur kelahiran Seririt, Buleleng ini juga berencana membangun 2 pusat pendidikan di Buleleng Tahun 2015, yakni SMK Teknologidan  Fakultas Perikanan Dan Kelautan di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.

Semua itu disamping bertujuan untuk menguatkan Sumber daya Manusia dalam memotong siklus kemiskinan di Bali juga bermaksud mengembalikan citra Buleleng sebagai Kota Pendidikan. Demikian disampaikannya saat meninjau SMA Bali Mandara di Kubutambahan Kabupaten Buleleng beberapa hari yang lalu.

Guna mendukung dan merealisasikan kebijakan tersebut pihaknya telah melakukan komunikasi dengan para pejabat Tinggi di Kementerian Pendidikan. “ Cita – cita dan perjuangan kita bersama untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Undiksha Singaraja sebenarnya telah dilakukan sejak 2009/2010. Bersama-sama dengan Akademisi kita akan wujudkan hal tersebut ditahun 2015,“ ujarnya.

Gubernur membenarkan ada sedikit permasalahan yakni adanya moratorium pendirian Fakultas Kedokteran oleh Kemendiknas, namun dengan  pembuktikan bahwa Pemprov sudah siap dengan mutu  yang dipersyaratkan, Gubernur yakin Kemendiknas akan mempertimbangkan.

Mengenai pembentukan Akademi atau Fakultas Perikanan dan Kelautan, Gubernur telah berbicara dengan Rektor Undiksha,  terlebih di Undiksha telah ada program studi Budidaya Kelautan sehingga itu bisa nyambung, tinggal meningkatkan statusnya menjadi Fakultas.

Untuk pembangunan boarding school lainnya Gubernur Pastika kembali akan mengupayakan didirikannya SMK Teknologi di Kubutambahan dan polanya kira-kira sama seperti SMA Bali Mandara. “ Lagipula Lahan yang tersedia disini masih luas yaitu sekitar 10 Hektar sehingga sangat memungkinkan untuk segera mewujudkan hal itu ,” imbuhnya.

Dengan akan dibangunnya 3 pusat pendidikan tersebut kita yakin bahwa perkembangan SDM di Bali akan lebih meningkat dan siswa yang akan di didik tetap diprioritaskan bagi rakyat miskin berprestasi sehingga dengan demikian melalui peningkatan pendidikan dan beberapa program pro rakyat lainnya  masyarakat miskin di Bali semakin berkurang. Demikian pungkasnya.

Disinggung mengenai keluarnya Sampoerna Foundation, Gubernur Pastika menegaskan bahwa Siswa Bali Mandara sekarang hampir seluruhnya dibiayai oleh pemerintah Provinsi Bali dan pihaknya  akan terus berusaha untuk mencari sponsor lain yang bertujuan untuk memperkaya karakter anak-anak tersebut.  (SB-ant-hum)

Comments

comments

Comments are closed.