Kedapatan Membawa Parang, Seorang Pria Asal Sumbawa Diamankan

93

Tersangka saat diamankan di kantor polisi. |foto-ijo|

 

SULUH BALI, Mangupura – Kesal lantaran dipukul dan didorong oleh salah seorang wisatawan, HN (32 th) pria asal Sumba Timur karena kedapatan membawa senjata tajam jenis parang di sebuah tempat hiburan malam daerah Legian.

HN yang tidak terima dimdorong oleh wisatawan tersebut langsung kembali ke kosnya dan langsung mengambil sebilah parang untuk menantang berkelahi yang bersangkutan. Sayangnya, belum sempat menantang HN sudah berurusan dengan pihak kepolisian sektor Kuta, sebelum HN menimbulkan korban jiwa.

HN mengaku emosi lantaran sempat dipukul dan didorong oleh salah satu wisatawan, tanpa mengetahui maksud yang bersangkutan. Karena merasa terdesak akibat didatangi teman-temannya si wisatawan. Dirinya kabur dari lokasi tersebut dan beranjak ke kost untuk mengambil parang.‎

“Tadinya dipukul, saya tanya serius apa gimana ini mksudnya. Malah saya didorong dan didesak teman-temannya.‎ Karena kewalahan, saya mengambil parang untuk menantang mereka,”terang HN. Sabtu (28/03/2015).

Kapolsek Kuta Kompol IB Dedy Januartha menjelaskan HN dibekuk di wilayah Kuta ketika anak buahnya sedang melakukan patroli siang. HN terpaksa dibekuk sebab ditakutkan malah mengancam nyawa seseorang, karena membawa sajam.

Apalagi di wilayah pariwisata, yang tentunya sangat rawan jika beredar sajam yang dibawa dengan maksud melukai orang.

“HN memang sempat ada miss komunikasi dengan salah satu wisatawan domestik di sebuah restoran di Kuta. Karena merasa emosi, sehingga dia mengambil badik di kostnya diwilayah Pesanggaran. Kita bekuk yang bersangkutan di seputaran tempat hiburan malam Sky Garden‎. HN sendiri kita kenakan sanksi UU No 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam (sajam),”terang Kompol Dedy. (SB-Ijo)

Comments

comments