Keberhasilan APEC di Bali Dipuji

346

Bupati Badung Anak Agung Gde Agung (foto – raka)

SULUHBALI.CO, Badung – Keberhasilan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) yang berlangsung di kawasan wisata Nusa Dua, 1-8 Oktober 2013 yang berbuah pujian dari sejumlah kepala negara dan pemerintahan, bahwa pelaksanaan KTT APEC di Bali, Indonesia, merupakan yang terbaik selama ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bupati Badung Anak Agung Gde Agung yang juga berperan selaku panitia di daerah.

Saat daerahnya dipercaya sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan bertaraf internasional tersebut, pewaris bekas kerajaan Mengwi itu langsung melakukan pembenahan.

Pemerintah Kabupaten Badung, yang membawahi kawasan wisata elite Nusa Dua tempat pelaksanaan KTT APEC, berupaya mempercantik taman jalan dan lampu penerangan bertenaga surya sepanjang jalur menuju kawasan tersebut. Jalan yang sehari-harinya sangat padat lalu lintas itu, baik di sebelah kiri, kanan, dan tengah pada jalan sepanjang sekitar 12 kilometer tersebut telah dipercantik dengan ditanami sejumlah pohon hias serta perbaikan saluran pembuangan limbah, termasuk trotoar-nya dan dilengkapi dengan rancangan upaya penanggulangan banjir agar air tidak menggenangi jalan.

Penataan taman jalan dan lampu penerangan itu dilakukan mulai dari kawasan Simpang Siur Jalan By Pass Ngurah Rai hingga memasuki kawasan “Bali Tourism Development Corporation” (BTDC). Penataan itu dilakukan sejak pertengahan 2012 hingga rampung menjelang pelaksanaan konferensi yang melibatkan sekitar 6.000 delegasi dan ribuan wartawan mancanegara.

Kawasan hijau yang tertata apik dan rapi dengan puluhan hotel berbintang berkapasitas 6.500 kamar, sejumlah lapangan golf serta fasilitas pendukung yang memadai sebagai tempat pelaksanaan KTT APEC.

Penataan tersebut dengan mengalokasikan dana APBD Badung 2013 sebesar Rp17 miliar, sekaligus menyerasikan dengan kawasan pengembangan pariwisata Nusa Dua yang ditata dengan landasan konsep “Tri Hita Karana” yakni hubungan harmonis dan serasi sesama umat manusia, dengan lingkungan dan Tuhan Yang Maha Esa.

Sosok pria yang sangat disegani masyarakatnya itu dipercaya kepala negara sebagai ketua panitia bidang sarana dan prasarana KTT APEC dengan tanggung jawab yang tentu tidak ringan.

Tanggungjawabnya itu menyangkut semua keperluan sarana dan prasarana pendukung KTT APEC terutama menyiapkan ruangan dan fasilitas untuk ribuan wartawan, serta membangun media center dilengkapi dengan jaringan internet berkapasitas tinggi agar para jurnalis dari dalam dan luar negeri bisa lancar dalam mengirim berita maupun gambar video secara cepat dan akhirnya dapat terealisasi dengan baik.

Saat menginap dihotel, sosok pria enerjik itu menempati kamar hotel di deretan sarana akomodasi yang ditempati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pejabat tinggi lainnya, yang hampir setiap tengah malam ikut rapat evaluasi kelancaran pelaksanaan konferensi tingkat tinggi itu.

Sebagai pihak tuan rumah Bupati Gede Agung dalam masa jabatannya yang kedua kalinya itu harus bergerak cepat menindaklanjuti hasil rapat evaluasi, agar KTT dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Berkat dukungan dan kerja keras semua pihak, terutama masyarakat Bali dan Badung khususnya puluhan kepala negara dan pemerintahan memberikan apresiasi dan pujian karena selama kegiatan APEC di berbagai negara, baru kali ini dinilai paling sukses.

Apresiasi delegasi KTT APEC itu berkat pelaksanaannya berlangsung lancar dan aman juga para peserta diajak mengunjungi objek-objek wisata bersejarah dan terkenal di Pulau Bali.

Objek wisata itu antara lain warisan budaya dunia (WBD) Pura Taman Ayun, Mengwi, Kabupaten Badung, Kerta Gosa di Kabupaten Klungkung, Bali Safari and Marine Park (BSMP) di Kabupaten Gianyar dan kawasan Garuda Wisnu Kencama (GWK) di Jimbaran, Kabupaten Badung.

“Itu merupakan suguhan yang akan terus dikenang bagi jurnalis, baik dalam negeri maupun asing. Sehingga sekembali ke negaranya akan lebih banyak menulis pengalamannya terkait objek-objek wisata yang sempat dikunjungi.

Bupati Gde Agung yang didampingi Sekda Kompyang R Swandika dan Kabag Humas Anak Agung Raka mengaku selama sepekan ‘mondok’ di KTT APEC mempunyai banyak pengalaman dan cerita yang unik. Hal yang paling berkesan adalah pada saat perayaan  memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-61 Presiden Rusia Vladimir Putin yang dirayakan di tengah-tengah pelaksanaan KTT APEC dengan disuguhi sebuah kue ulang tahun kecil dilengkapi nyanyian lagu selamat ulang tahun yang diiringi petikan gitar dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada pengadaan Cindera Mata yang diberikan Presiden SBY kepada 21 kepala negara dan pemerintahan, termasuk kepada Menlu Amerika Serikat John Kerry mewakili Presiden Barack Obama, juga tak lepas dari peran Sosok Bupati Badung Anak Agung Gde Agung.

Berbagai jenis cindera mata itu berupa patung Garuda Wisnu setinggi 50 sentimeter  berbahan kayu dan kostum khas KTT APEC dari kain “endek” hasil sentuhan seniman Pulau Dewata sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Kepala Negara dan Nyonya Ani Yudhoyono.

“Saya sebelumnya harus membawa beberapa buah contoh cindera mata itu ke istana negara untuk mendapat persetujuan terlebih dulu, sebelum seniman memproduksi dalam jumlah banyak,” tutur Bupati Gde Agung.

Patung Garuda Wisnu tersebut dibuat secara lengkap dihiasi dengan “Bedawang Nala” atau berbentuk penyu, ukiran naga, dan patung Wisnu yang membawa senjata berupa Cakra yang dikerjakan oleh Seniman patung dari Desa Angantaka, Sedang, dan Jagappati Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung sejak awal September lalu.

Dengan adanya sentuhan budaya Bali yang khas dalam cindera mata itu akan menjadi momentum berharga bagi masyarakat Pulau Dewata untuk memperkenalkan budaya lokal ke tingkat dunia. “Ini merupakan kesempatan langka bagi kita untuk turut menyukseskan APEC,” tutur Anak Agung Gde Agung.

Demikian pula cindera mata berupa kain endek , Kain tenun khas Pulau Dewata itu memiliki motif khusus dengan warna yang berbeda-beda bagi setiap kepala Negara yang dikerjakan oleh perajin tenun dari Kabupaten Gianyar. Berbeda dengan dulu di Bogor menggunakan batik, kini di Bali mengenakan busana endek, dan produk tenun khas Pulau Dewata itu diharapakan bisa mendunia.

“Kain tradisional itupun kini telah menjadi salah satu ikon busana di Pulau Dewata yang turut menghidupkan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat di daerah tujuan wisata Pulau Bali,” tutur Bupati Gde Agung. (SB-ant/lik)

Comments

comments

Comments are closed.