Keben Variasi Semakin Diminati

965

Salah Satu Bentuk dan Motif Keben Variasi Di Stand PKB ke-XXXVII. |foto-su|

 

SULUH BALI, Denpasar – Keben atau sok kasi yang merupakan salah satu wadah yang dipakai untuk membawa persembahan berupa banten yang dihaturkan saat upacara yadnya kini kian diminati.

Adanya peluang yang cukup bagus dimana diperlukannya sebuah keben dipakai agar lebih praktis membawa banten membuat banyak bermunculan variasi-variasi yang diciptakan oleh pengerajin keben.

Salah satu stand PKB ke-XXXVII yang menampilkan variasi-variasi keben berlokasi di barat Gedung Ksirarnawa. Stand ini menampilkan berbagai variasi bentuk dan warna keben seperti bentuk bulat, kotak, serta variasi-variasi perpaduan ornamen khas Bali yang indah terlukis dengan corak warna-warni.

“Produksi keben kami di Gianyar, kita juga pasarkan produksi kerajinan Buleleng” ungkap Gek Ratna penjaga stand Kerajinan Keben, Jumat (3/7/2015).

Bahkan ia mengaku pameran kali ini bukan hanya saat ini saja, secara rutin pemilik usaha ini telah mengikuti pameran PKB setiap tahunnya mengingat antusiasme pengunjung terhadap seni kerajinan keben selalu besar.

“Kami telah memamerkan keben setiap tahun. Minat masyarakat sangat besar, banyak melihat adanya keben variasi, pasti pertama kesini dilihat” ujarnya.

Bahkan tingkat animo masyarakat dalam membeli keben pun sangat tinggi, sehingga stand kebennya ini tak pernah sepi oleh pengunjung, selalu ada saja yang membeli hasil kerajinan kebennya itu sepanjang pamerannya di PKB yang telah berjalan hampir 3 minggu.

“Sangat laris, hari pertama sudah laku banyak, hari seterusnya dapat sajalah menjual” terangnya.

Untuk bisa memiliki keben variasi ini harganya pun bervariasi tergantung bentuk dan motifnya. Dipatok dengan mulai dari puluhan ribu sampai dengan ratusan ribu, harga ini masih bisa terjangkau oleh kalangan menengah keatas.

“Harga yang terkecil 50 ribu, sampai harga yang terbesar 190 ribu, sedangkan yang bervariasi 200 ribu-250 ribu” tandasnya. (SB-Su)

Comments

comments