Kasus Munarman | Polisi Sita Laptop dan Sejumlah HP di Malang

276
Jubir FPI Munarman (foto net

SULUH BALI, DENPASAR –  Polda Bali terus melakukan penyidikanatas  kasus dugaan pelecehan terhadap pecalang Bali yang menyeret Jubir FPI Munarman. Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja saat dikonfirmasi di Denpasar pada, Jumat (3/2), menjelaskan, penyidik sudah memeriksa saksi berinisial HA di Malang Jawa Timur.

Menurutnya, HA adalah orang yang membuat website dan mengupload di youtube berita tentang pernyataan Munarman saat bertandang ke Kompas TV beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa pecalang Bali pernah melempari rumah umat muslim dan melarang umat muslim sholat Jumat. “Untuk pemeriksaan kasus Munarman masih berlangsung. Salah satu yang diperiksa adalah saksi HA, sebagai pembuat dan pengupload ke youtube pernyataan Munarman ke website. Pemeriksaan dilakukan di Malang Jawa Timur,” ujarnya melalui pesan Whatsapp.

Hingga saat ini Polda Bali juga telah menyita sejumlah barang bukti milik HA dan dibawa ke Ditreskrimsus Polda Bali untuk disidik lebih dalam. Adapun barang bukti yang disita tersebut berupa laptop milik HA dan beberapa HP lainnya yang biasa digunakan oleh HA.

Ia menjelaskan, bisa ada kemungkinan HA dijadikan tersangka karena telah menyebarkan ujaran kebencian berupa fitnah terhadap pecalang melalui media elektronik. Namun saat ini penyidikan masih fokus kepada Jubir FPI Munarman. Saat ini penyidikan sudah melibatkan kejaksaan untuk menganalisa apakah berkas tersebut sudah lengkap atau belum. Bila berkas sudah lengkap, maka Munarman bisa dinaikkan statusnya dari saksi terlapor menjadi tersangka.

Saat ini jumlah saksi yang sudah diperiksa sudah mencapai 24 orang. Penyidikan melibatkan Ditreskrimsus Mabes Polri. Untuk saksi dari pihak Kompas TV, pemeriksaan dilakukan oleh Ditreskrimsus Mabes Polri karena pertimbangan efektifitas penyidikan yang di Jakarta. Penyidik juga sudah memeriksa dan meminta keterangan dari pihak Kompas TV.

Untuk pemeriksaan dari Kompas TV juga sudah diketahui materi dan isi pertemuan antara Munarman dengan pihak Kompas. Intinya Munarman meminta agar media tersebut selalu menjelek-jelekan umat Islam dan FPI sementara di Bali, ada pecalang melempari umat muslim dan melarang umat muslim sholat Jumat tetapi tidak diberitakan Kompas TV.

Menurutnya, klarifikasi Munarman saat diperiksa sebagai saksi pelapor sama sekali tidak menghentikan langkah penyidik Polda Bali untuk mencari bukti dan saksi lainnya. Penyidik dalam menyelidiki kasus Munarman tidak mencari pengakuan dari terlapor tetapi hanya meminta klarifikasi dan konfirmasi terkait dengan materi laporan yang diterima.

Seperti diberitakan sebelumnya, Munarman dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat Bali terkait dengan hasil rekaman yang tersebar di media elektronik dimana Munarman memberikan pernyataan bahwa Pecalang Bali melempari rumah umat muslim dan melarang umat muslim melakukan sholat Jumat. Pernyataan Munarman dinilai menyebarkan berita bohong dan fitnah karena pecalang Bali tidak pernah melakukan tindakan di luar kewenanganya dan bahkan sebaliknya banyak pecalang Bali yang menjaga upacara keagamaan dari berbagai agama di Bali. (SB-Rio)

Foto : nando rafael saat sesi game internal, Rabu (01/02)(SB-cas)

 

Kontributor : Carolina Ardhylla

 

Judul : Nando Rafael terhalang aturan baru dari PSSI

 

 

Nando Rafael penyerang asal Angola resmi dilepas management Bali United. Regulasi baru dari PSSI berkaitan dengan pemain asing menyebabkan Nando batal bergabung dengan tim Serdadu.

“Nando sudah kita putuskan. Dari segi teknik oke, tapi ada regulasi baru dari PSSI bahwa pemain-pemain asing yang bermain di Indonesia harus berasal dari klub yang dimana, dia harus betul-betul bermain minimal 50%. Tetapi peraturan ini belum disahkan. Kami tidak mau mengambil resiko, apa nanti aturan itu diberlakukan, maka kami sementara ini lepas Nando,” jelas Indra Sjafri usai acara presscon di Sanur Paradise, Kamis (02/02).

Indra Sjafri menambahkan, sebenarnya secara kemampuan, Nando Rafael memang layak untuk dicoba. Namun ia tidak ingin ambil resiko dan juga tidak ingin membuat sang pemain menunggu lebih lama lagi.

Dengan dilepasnya Nando, masih tersisa satu pemain asal Australia yang masih menjalani seleksi yakni, Ndumba Makeche. Akan tetapi, Makeche saat ini masih mengalami cidera.

Bali United masih akan kedatangan pemain asing yang akan mengikuti seleksi. “Ada yang mau datang lagi satu, dua pemain,” tambah Indra Sjafri. (SB-cas)

 

Comments

comments