Kasus Kriminal Pekerja Kapal Pesiar, Pengaruhi Rekrutmen

329

Kapal Pesiar sedang bersandar (ilustrasi).

SULUHBALI.CO, Denpasar — Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng, Bali, Ketut Pujayasa (28) yang terjerat kasus kriminal dengan tuduhan penganiayaan dan pemerkosaan di Florida, Amerika Serikat akan mempengaruhi proses rekrutmen khususnya tenaga kapal pesiar.

“Dengan adanya kasus itu, pengguna akan lebih berhati-hati dalam merekrut karena ini sudah menyangkut kredibilitas pengguna kapal kepada pelanggan mereka,” kata Kepala Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Denpasar, I Wayan Pageh, Minggu (23/2).

Menurut dia, pengaruh dari insiden yang terjadi di dalam kapal pesir yang tengah berlayar di perairan Honduras, Amerika Tengah itu dikhawatirkan berdampak dalam proses seleksi yang lebih ketat.

“Pekerja dari Bali itu dikenal ulet, jujur, disiplin, tidak banyak menuntut dan sering membantu. Dengan adanya kasus itu semoga saja tidak ada yang berubah,” ucapnya.

Pihaknya menyayangkan peristiwa yang sempat meramaikan pemberitaan media “online” di Amerika Serikat itu karena dikhawatirkan secara makro akan merusak citra pekerja dari Pulau Dewata.

BP3TKI Denpasar, kata dia, juga akan lebih ketat dalam mengeluarkan kartu tenaga kerja Indonesia luar negeri (KTLN) dan dengan memperketat pengeluaran sertifikat untuk Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) sebelum mereka ditempatkan di negara tujuan.

“Kami akan perketat dan mengharuskan para pekerja mengikuti PAP termasuk meminta agen mewajibkan calon pekerja mengikuti PAP,” ucap Pageh.

PAP tersebut, lanjut dia, tidak dipungut biaya dan dilakukan dalam sehari sebelum dikeluarkannya sertifikat.

Materi yang diberikan di antaranya terkait pekerjaan kerja di darat dan laut, peraturan perundang-undangan negara tujuan, hingga kasus tertentu seperti perdagangan manusia dan teroris serta terkait bahaya penyakit menular.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada komplain dari pihak pengguna tenaga kerja asal Bali pascakejadian itu karena peristiwa itu dinilai merupakan kriminal murni.

Sebelumnya diberitakan seorang TKI asal Bali diduga melakukan penganiyaan dan pemerkosaan terhadap seorang tamu wanita di salah satu kamar di dalam kapal pesiar MS Nieuw Amsterdam milik Holland America Lines.

Konsulat Jendral

Sementara itu  Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Houston, Texas, Amerika Serikat dijadwalkan akan membesuk tenaga kerja asal Buleleng, Bali, Ketut Pujayasa (28) yang ditahan karena diduga melakukan penganiayaan dan pemerkosaan di Penjara Broward County.

“Perwakilan KJRI di Houston akan mengunjungi Ketut pada Senin ini,” kata I Wayan Pageh.
Menurut dia, kunjungan baru bisa dilakukan mengingat berdasarkan peraturan penjara setempat, kunjungan dilakukan pada hari Senin dan Rabu.

Dia menambahkan bahwa pihak KJRI Houston sudah menghubungi kantor pembela publik yang akan menjadi pendamping hukum bagi tenaga kerja yang diketahui berasal dari Desa Suwug, Buleleng itu.

Pihak perusahaan yang mempekerjakan Ketut yakni Holland America Lines telah memberikan seorang pengacara dari pembela publik yakni Chantel R. Doakes yang ditunjuk langsung oleh pemerintah Amerika Serikat.

Sidang perdana terhadap peristiwa yang terjadi pada Jumat (14/2) itu dijadwalkan akan dilakukan pada Selasa (25/2) pukul 10.00 waktu setempat di gedung US Federal Building and Courthouse, 229 East Broward Boulevard, Suite 312 Fort Lauderdale, Florida.

Pihak KJRI sendiri, kata dia, juga akan menghadiri proses persidangan dan berencana akan berkonsultasi dengan pengacara tersebut untuk mengetahui opsi-opsi hukum bagi pekerja yang telah diberangkatkan menjadi pengantar hidangan sejak tahun 2012 itu.
(SB-ant)

Comments

comments