Karyawan RS Sanglah Tuntut Kesejahteraan

158

SULUHBALI.CO, Denpasar – Karyawan Rumah Sakit Sanglah mengadakan demo tertutup untuk meminta penjelasan mengenai tunjangan kinerja untuk karyawan Badan Layanan Umum (BLU) yang tidak mendapat tunjangan kerja dari Rumah Sakit Sanglah. Denpasar, Selasa (11/2).

Salah satu karyawan Rumah Sakit Sanglah yang juga mengikuti aksi demo tersebut menyampaikan ketidakpuasan akan jawaban Direktur Utama Rumah Sakit Sanglah A.A Ayu Saraswati yang dirasanya sangat berbelit-belit dan tidak menunjukkan jalan keluar.

“Kami selaku karyawan hanya menginginkan kesejahteraan yang mungkin bisa diberikan lewat tunjangan kinerja yang benar dan tanpa ditutup-tutupi,” kata seorang karyawan Rumah Sakit Sanglah tersebut.

Saat diwawancara Ia juga mengatakan aksi tersebut dilakukan dengan harapan agar dana daripada BLU tersebut diserahkan lagi ke Pusat dan rumah sakit agar dikelola kembali oleh Dinas.

“Ini kami baru melaksanakan aksi damai tapi tidak mendapat jawaban yang memuaskan dan tidak ada jalan keluar oleh Ibu Dirutnya,” ujarnya geram.

A.A Ayu Saraswati (foto-tiar)
A.A Ayu Saraswati (foto-tiar)

Direktur Utama Rumah Sakit Sanglah A.A Ayu Saraswati menyampaikan tunjangan kinerja tersebut bisa diberikan kepada 27 satuan kerja atau kementerian Negara/ lembaga yang termasuk didalamnya adalah kementerian kesehatan.

“Ada pula yang disebutkan bahwa, pemberian itu dikecualikan bagi satuan kerja yang sudah berstatus Badan Layanan Umum (BLU), karena yang sudah berstatus BLU itu sudah mendapatkan remunerasi,” ujar Ayu Saraswati.

Ia juga mengatakan mungkin hal inilah yang belum semua mengetahui dan belum semua paham, “Kami sudah melakukan sosialisasi, seperti pada saat Apel dan acara-acara lainnya, bahwa itu memang tidak diberikan kepada pegawai yang berada di satuan kerja yang sudah berstatus BLU,” Ia menambahkan.

Ayu Saraswati juga menambahkan para pegawainya sering mempertanyakan mengapa tidak pernah mendapat tunjangan kinerja layaknya seperti pada tempat lainnya.

“Mungkin karena pegawai kami yang jumlahnya banyak yang mencapai 2600 lebih, jadi belum semua tersosialisasikan, dan saya selalu jelaskan karena memang kita sudah berstatus BLU sudah mendapat jasa pelayanaan langsung dan tidak langsung,” katanya.

Ia juga menjelaskan dana yang dipakai untuk tunjangan langsung dan tidak langsung yang diberikan kepada para karyawannya merupakan dana yang didapat dari pendapatan rumah sakit, tidak disubsidi dari APBN. “Ini lain halnya dengan tunjangan kinerja yang dimana dananya berasal dari APBN,” jelasnya.

Ayu Saraswati menambahkan, “Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang berkelanjutan seperti ini saya hanya melakukan sosialisasi saja dan saya kira mereka tidak akan berani mentelantarkan pasien,” pungkasnya. (SB-Lik)

video-gustiar

Comments

comments