“Kartu Jokowi” Diharap Bersinergi Dengan Program Daerah

60

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap agar kartu dari Presiden Joko Widodo yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bersinergi dengan program daerah sehingga tidak tumpang tindih.

“Apalagi di Bali kami memiliki program misalnnya seperti Kartu Indonesia Sehat. Apabila memang diperuntukkan bagi seluruh penduduk dimasukkan ke dalam skema BPJS, maka dana JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara) bisa dimanfaatkan untuk program lain supaya tidak tumpang tindih,” katanya saat menerima pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali di Denpasar, Selasa (11/11/2014).

Mantan Kepala Polda Bali itu menambahkan apabila masyarakat Pulau Dewata yang selama ini ditalangi dengan dana JKBM karena belum terlindungi asuransi kesehatan, ternyata ditanggung dalam program KIS, maka dana gabungan antara Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota di Pulau Dewata bisa dihemat.

“Kalau itu bisa ditanggung persis seperti JKBM, maka lumayan sekitar Rp300 miliar dananya bisa kita kurangi karena ini juga dana ‘sharing’ provinsi dengan kabupaten/kota jadi banyak hemat,” ucapnya.

Begitu pula dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan dana bagi desa yang juga dimiliki oleh Bali, bisa dialihkan untuk kepentingan pembangunan daerah yang lain.

“Kami di Bali ada Gerbangsadu (Gerakan Pembangunan Desa Terpadu) Rp1 miliar per desa miskin. Kalau itu ada juga, kami bisa alihkan ke infrastruktur,” ucapnya.

Meski demikian, Pastika mengaku belum mengetahui terkait skema yang akan berlaku terkait implementasi tiga “kartu Jokowi” tersebut.

“Kami terus terang belum tahu sama sekali apa, bagaimana dan siapa saja yang dapat dan sebagainya, kami belum tahu,” ucapnya.

Rencananya Presiden Joko Widodo transit di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, beberapa jam sebelum bertolak ke Australia dari Myanmar pada Kamis (13/11).

Kesempatan itu akan digunakan Pastika untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi termasuk dengan gubernur lain dari seluruh Indonesia yang salah satunya membahas mengenai mekanisme kartu tersebut.

“Mudah-mudahan Prediden Jokowi mampir di Bali sepulang dari Myanmar perjalanan ke Australia pada 13 November, kami ingin bertemu bersama para gubernur seluruh Indonesia di Bali. APSI sudah mengundang seluruh gubernur untuk siaga di Bali pada hari itu. Mudah-mudahan kami bisa segera tanyakan bagaimana (mekanisme tiga kartu),” katanya. (SB-ant)

Comments

comments