Kapolda Himbau Muslim di Bali Tak Ikut Demo Ke Jakarta

146
Kapolda Bersama Pimpinan Umat Muslim Bali (foto Rio).

1Sudah Ada Proses Hukum

DENPASAR, SULUH BALI – Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto menghimbau kepada umat Muslim Bali untuk tidak mengerahkan massa ke Jakarta pada aksi 25 November dan 2 Desember 2016.

Hal ini disampaikan dalam acara silaturahmi Kapolda Bali dengan Tokoh Umat Muslim dalam rangka menumbuhkan rasa Kebhinekaan dan Kesatuan serta cinta tanah air yang digelar oleh Polda Bali pada, Selasa (22/11/2016)/ Kapolda Bali mengundang seluruh tokoh Muslim Bali di Ruang Rupatama Polda Bali.

Hadir dalam pertemuan tersebut puluhan tokoh muslim Bali, pimpinan pondok pesantren, unsur PBNU Bali, Muhammadiyah Bali, MUI Bali, Lembaga Dakwa Islam Indonesia Bali, HMI Bali dan tokoh muslim lainnya. Tujuannya adalah meredam pengerahan masa ke Jakarta pada tanggal 25 November dan 2 Desember 2016.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Setelah Kapolda menyampaikan tujuan pertemuan, acara dilanjutkan dengan dialog. Berbagai pemikiran, uneg-uneg dikeluarkan oleh para pemimpin Islam Bali mulai dari persoalan Ahok sampai dengan kesulitan untuk mendirikan mushola di Bali.

Menurut Kapolda, terkait dengan dugaan penistaan agama dari Surat Al Maidah 51 yang dilakukan Gunernur DKI non aktof Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat ini proses hukum sudah berlangsung. “Kata kuncinya adalah penegakan hukum dan itu sudah dilakukan. Lalu kasus ini diseret ke muatan politik, dan diduga akan ada tindakan makar. Ini tidak boleh terjadi. Saya selaku Kapolda Bali, atas arahan Kapolri menghimbau agar tidak ada pengerahan massa ke Jakarta naik pada tanggal 25 November maupun tanggal 2 Desember. Kapolri tidak mungkin berbicara sembarangan tanpa data intelijen. Kalau ada potensi makar maka itu harus dicegah dan tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Menurut Kapolda Bali, tidak ada alasan lagi untuk melakukan aksi unjukrasa karena penegakan hukum sudah dilakukan secara tegas dan transparan. “Kalau anda tidak senang dengan Ahok, jangan pilih. Sederhana saja. Itu saja. Saya juga muslim, kalau tidak senang, ya, jangan dipilih,” ujarnya.

Dampaknya, suasana terjaga, tujuan tercapai, keamanan dan kenyamanan warga terjamin. Bila demo itu menuntut tindakan tegas penegak hukum, maka semua itu sudah dipenuhi. “Kalau sudah dipenuhi, maka apa lagi yang didemo. Toh seluruh proses hukum berjalan transparan,” ujarnya.

Kapolda menyampaikan kepada para tokoh muslim Bali, jika pada aksi 4 November lalu, ada ratusan warga Bali yang ikut ke Jakarta. “Saya mendapat laporan dari data intelijen, bahwa pada aksi sebelumnya, ada warga Bali yang datang ke Jakarta. Jumlahnya ratusan. Saya berharap agar tidak ada pengerahan masa ke Jakarta lagi,” ujarnya.

Bila sudah ada jaminan dari pemimpin agama di Bali agar tidak dikerahkan massanya
ke Jakarta, Kapolda Bali akan melaporkan ke Kapolri bahwa Bali tidak ada yang ke Jakarta, walau sebelumnya pernah ke Jakarta. Bagi Polri yang terpenting adalah tercipatanya situasi Kantibmas agar semua ikut merasakannya.

Saat dialog, para pemimpin muslim Bali terlihat terbelah. Ada yang tidak setuju kalau tidak ada demo dari Bali baik tanggal 25 November maupun tanggal 2 Desember, mereka bersikeras tetap akan mendukung teman-temannya ke Jakarta. Sebagian lain menginginkan agar umat muslim Bali tidak usah ikut-ikut ke Jakarta. Kapolda berharap agar dari Bali jangan ada warga yang berangkat ke Jakarta. “Saya harap dari Bali nol, yang berangkat ke Jakarta. Supaya saya akan lapor ke Kapolri bahwa dari Bali tidak ada satu pun yang berangkat ke Jakarta,” ujar Kapolda.

 

Back