SULUH BALI, Denpasar – Kapolda Bali, Irjen Petrus R. Golose menggelar tatap muka dengan sejumlah Tokoh agama dan Tokoh masyarakat se-Provinsi Bali di Hotel Santrian, Sanur,  Bali pada, Kamis (12/4). Tatap muka ini dilakukan untuk meningkatkan toleransi antraumat beragama di Pulau Bal menjelang Pilkada, Pileg, dan Pilpres. “Kita bersama-sama mewujudkan toleransi,” ujar Irjen Petrus Golose saat berdiskusi terbuka.

Kapolda Bali menjelaskan bahwa sangat diperlukannya sikap toleransi di Pulai Bali menjelang Pilkada. Ia juga melarang keras membangun politik dengan menciptakan isu SARA.  Hal tersebut karena Pulau Bali menjadi tolak ukur jika terjadi suatu peristiwa maka itu akan memantik reaksi dunia. “Bali adalah pulau toleransi jika di Bali terjadi hal kecil maka akan ada reaksi dunia,” ujarnya.

Karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar bersama sama menjaga kedamaian dan keamanan di Pulau Bali. Ia juga menekan kepada penghuni pulau seribu pura agar ada rasa memiliki terhadap pulau Bali yang menjadi etalase pariwisata Indonesia.  “Kita harus ada rasa memiliki terhadap pulau ini (Bali). Kegiatan ini untuk menciptapkan keakraban yang semakin solid,” ujarnya.

Sampai sejau ini pulau Bali sangat kondusif. Tidak ada isu SARA yang terjadi. Hal tersebut tidak terlepas dari peran serta dari Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Polri, san TNI yang selalu bersinergi untuk manjaga keamanan dan kedamaian. “Kita bersama-sama menunjukan toleransi.  Di tempat lain banyak terjadi irisan-irisan,” ujarnya.

Karena itu, Kapolda Bali menghimbau kepada masyarakat Bali untuk tidak menggunakan isu SARA dalam berpolitik. Apalagi menjelang Pilkada, Pileg dan Pilpres. ,”Polri, TNI dan tokoh agama agar selalu bersama, maka kita menciptakan Pilgub, Pileg, hingga Pilpres yang aman,” ujarnya.

Kapolda Bali pun meminta kepada masyarakat agar tidak segan-segan menegur anggotanya jika menemukan kesalahan atau pelanggaran. “Kalau ada salah silahkan tegur kami siap menerima. Kita tetap tingkatkan kerukunan dan toleransi. Berikan masukan apabila ada yang salah tegur kami,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet mengapresiasi kinerja Kapolda Bali yang dinilai sangat efektif salam menciptakan keamanan dan kerukunan di Bali.

“Dulu pak Mangku Pastika (mantan Kapolda Bali yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Bali)hebat. Sekarang (Kapolda Bali) Petrus Golose tidak kalah tegas. Ormas dan penjahat pasti tiarap. Polda (Bali) sekarang betul-betul ditakuti. Harapannya setelah ini (Kapolda Bali diganti) penggantinya seperti ini (sosok Petrus Golose).Sulit mencari (sosok) seperti Pak Petrus Golose,” ujarnya.

Ia pun berharap Kapolda Bali pengganti Petrus Golose agar tidak takut dengan preman-preman. “Jangan-jangan Kapoldanya yang tiarap sama Ormas, preman, dan bandar narkoba,” ujarnya.

Ketua FKUB Provinsi Bali ini menyambut baik pola pikir Kapolda Bali yang begitu peduli untuk mewujudkan Pulau Bali yang aman, damai, dan penuh toleransi. Karena itu ia meminta masyarakat Bali untuk menjaga sikap agar Bali bisa dijadikan percontohan sebagai pulau yang penuh toleransi. “Kita perkuat kerukunan (anatarumat beragama dengan cara tatap muka. Pulau Bali menjadi percontohan kerukunan antarumat beragama di Indonesia, kalau kita tegas NKRI harga mati maka kerukunan juga jarga mati,” ujarnya. (SB-rio)

 

Comments

comments