Kampanye : Teknologi Informasi Kurang Efektif

47

SULUHBALI.CO, Denpasar- Menurut penilaian Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Dr. Nyoman Subanda, kampanye dengan memanfaatkan teknologi informasi di Bali tidak efektif karena terbatasya jumlah pengguna teknologi tersebut.

“Hampir 80 persen penduduk Bali tinggal di pedesaan dan pastinya sebagian besar sulit mendapatkan akses teknologi. Maka dari itu, kampanye digital tidak terlalu efektif dalam meraih simpati masyarakat,” katanya di Denpasar, Selasa (1/10).

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undiknas itu mengingatkan, para calon anggota legislatif harus lebih memahami segmen yang menjadi objek kampanye. Anak muda bisa saja dijadikan sasaran lebih dalam kampanye digital karena Biasanya anak muda yang lebih akrab dan aktif dalam penggunaan teknologi.

Dijaman  sekarang ada kecenderungan orang tua mengikuti anaknya dalam memanfaatkan berbagai teknologi, seperti ibu rumah tangga namun jumlahnya tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Subanda menambahkan bahwa kampanye digital atau yang dilakukan di dunia maya lebih tepat sebagai media memperkenalkan diri.

“Dunia maya lebih efektif sebagai media promosi untuk memperkenalkan diri bagi para calon pejabat publik. Tetap yang paling efektif adalah investasi sosial seperti tindakan yang langsung dapat di rasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Jika Daerah Pilihan ditentukan maka penggunaan media digital sebagai sarana kampanye tidak akan berpengaruh untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat di dapilnya. Karena pastinya tidak semua masyarakat disana menggunakkan perangkat digital, jadi hal tersebut kemungkinan sedikit sia-sia.

Ia mencontohkan bahwa jika seorang caleg di dapil Denpasar, sedangkan yang melihat di dunia maya berasal dari Singaraja, maka tidak akan bisa memberikan dukungan secara langsung. (SB-ant/lika)

Comments

comments

Comments are closed.