Anak Agung Krisna Andika Putra dan kakaknya Anak Agung Eka Premana di TKP (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar – Dua bersaudara, Anak Agung Krisna Andika Putra (20) dan kakaknya Anak Agung Eka Premana, Denpasar beberapa bulan ini telah memproduksi narkoba jenis Tembakau Gorilla.

Tidak tanggung tanggung, mereka memproduksi barang haram ini di rumah bertingkat dua di Perumahan Pesona Paramitha Jalan Tunjung Sari Nomor 2 blok 2 Padangsambian, Denpasar Barat, 800 meter (pengukuran oleh google map) dari markas Polresta Denpasar.

“Pengungkapan rumah produksi barang terlarang tersebut bermula dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Soekarno Hatta terhadap paket kiriman FedEx dari Shenzen, China pada 15 Maret 2018,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang di Denpasar, Kamis (22/3/2018) usai menggerebek rumah yang disewa kakak adik ini, seharga 150 juta setahun.

Dijelaskan Hengy, Bea Cukai (BC) Tipe C Soekarno-Hatta bersama Kanwil DJBC Bali-Nusra, Bea Cukai Ngurah Rai dan Direskrim IV Bareskrim Mabes Polri melakukan pengungkapan pabrik tembakau gorila atau ganja sintetis yang dikirim ke Pulau Dewata setelah adalah laporan tentang paket mencurigakan yang diberitahukan sebagai “plastic deck” yang ditujukan kepada penerima MA yang beralamat di Jalan Pemuda III Nomor 23 Renon Denpasar.

Hasil pemeriksaan menemukan adanya serbuk berwarna kuning yang setelah dilakukan uji lab merupakan narkotika golongan satu berjenis 5-Fluoro ADB. Kemudian petugas Bea Cukai Soetta berkoordinasi dengan pihak Bareskrim Mabes Polri untuk selanjutnya dilakukan kegiatan “control delivery”.

Paket tersebut kemudian diantar ke alamat tujuan pada 20 Maret 2018 yang diterima tersangka Krisna Andika Putra (20). Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Krisna ini, tim gabungan yang dibentuk dari hasil koordinasi Bea Cukai Soekarno-Hatta, Kanwil DJBC Bali-Nusra, Bea Cukai Ngurah Rai, bergerak menuju ke Perumahan Pesona Paramitha Jalan Tunjung Sari Nomor 2 blok 2 Padangsambian, Denpasar Barat.

Ada di TKP, Pacar Krisna Dijadikan Saksi

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, Husni Syaiful menambahkan di tempat kejadian perkara yaitu Perumahan Pesona Paramitha Jalan Tunjung Sari Nomor 2 blok 2 Padangsambian, Denpasar Barat, selain mengamankan kedua kakak beradik ini, juga menemukan NP(23) yang merupakan kerabat Krisna dan Eka Premana dari tersangka dan seorang perempuan SR (19th) yang merupakan pacar dari Krisna Andika Putra.

“Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari tersangka dan saksi, memang benar Krisna Andika Putra memesan paket yang berisi narkotika golongan 1 (satu) berjenis 5-Fluoro ADB melalui media internet dan aplikasi whastapp kepada seseorang yang berada diluar negeri,” katanya Dari hasil penyelidikan tim, Krisna mengakui bahwa barang tersebut akan digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan tembakau gorilla atau ganja sintetis yang rencananya akan dipasarkan ke daerah Bandung dan Jakarta.

Tersangka mengaku menempati rumah kontrakan di Jalan Perumahan Pesona Paramitha Jalan Tunjung Sari Nomor 2 blok 2 Padangsambian, Denpasar Barat kurang lebih dua bulan dan mulai melakukan kegiatan produksi barang terlarang tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ngurah Rai, Bali, Himawan Indarjono mengatakan, di rumah tersebut tim gabungan juga mengamankan barang bukti tambahan.

Barang bukti itu yakni, 783 gram mengandung 5-Fluoro ADB, 377 gram mengandung FUB-AMB, 7.910 gram tembakau gorila/ganja sintetis, 5.992 gram tembakau gorila yang sudah dikemas dalam kemasan dengan merek Blue Astronout sebanyak 188 pcs.

Selanjutnya barang bukti 20.010 gram tembakau rajang atau kering, 699 batang cerutu berbagai ukuran, 26 botol cairan flavor/perasa, 21 botol cairan pewarna, tiga botol alkohol, 490 pcs kemasan kaleng kosong, lima unit timbangan digital dan satu unit mesin pencampur/mixer.

Selain paket di atas, kiriman terkait yang berhasil dicegah oleh bea cukai dengan alamat penerima yang sama berupa paket Fedex BC Soetta pada 19 Maret 2018, 508 gram, FUB AMB dengan Nomor “Air Way Bill (AWB) 771202045290 dengan berat 521 gram, 5-Fluoro ADB dengan AWB 771234570727.

 

Tembakau Gorilla 5 Gram, Dihargai Rp 450 Ribu

Sementara itu kepada petugas, tersangka Krisna mengakui bahwa barang tersebut akan digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan Tembakau Gorilla yang rencananya akan dipasarkan ke daerah Bandung dan Jakarta. Harga Tembakau Gorila per 5 gram akan dijual pelaku seharga Rp 450 ribu, sehingga dari barang bukti yang ditemukan kemungkinan ada miliar rupiah bila semua tembakau bisa dijual.

“Tersangka mengaku sudah menempati rumah di Jalan Tunjung Sari Blok 2 No 2 Padangsambian, Denbar sekitar dua bulan dan mulai melakukan kegiatan produksi barang terlarang tersebut. Kedua tersangka saat ini masih dititip di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali. Kemudian proses penyidikan terhadap para tersangka akan dilakukan di Mabes Polri,” bebernya. (SB-ant)

 

Comments

comments