“Kaden Saje” I Gusti Putu Gede Wedhasmara

2244

I Gusti Putu Gede Wedhasmara. (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Kaden saje nyoman teka mai, kaden saje nyoman teka mai, beli ngantosan makelo gati, beli ngantosan makelo gati…ajak je tiyang sareng memargi, kema ke pura dalem mabakti,…itu sepenggal bait lagu Bali dengan judul Kaden Saje yang sangat terkenal. Bahkan seperti sangat akrab di telinga krama Bali apalagi bagi mereka yang menyukai lagu-lagu Bali lawas. Seperti juga lagu Kusir Dokar, Bungan Sandat buah karya Anak Agung Made Cakra.

Kebetulan I Gusti Putu Gede Wedhasmara, pencipta lagu Kaden Saje tersebut merupakan sahabat karib Anak Agung Made Cakra. Bahkan ketika muda mereka pernah sama-sama membuat band. Namun karena tuntutan untuk melanjutkan sekolah, Wedhasmara berpisah dengan teman-teman band-nya. Ia melanjutkan pendidikan ke pulau Jawa.

Ketika berada di rantau itulah ia kenal dengan Gesang, Idris Sardi termasuk Ismail Marzuki. Kemudian hobi bermusik dan mencipta lagu seperti mendapat dukungan oleh teman-temannya itu. Ia pun terus berkarya mencipta lagu, bahkan dibawakan oleh penyanyi-penyanyi terkenal ketika itu. Lagu-lagu ciptaannya yang terkenal seperti Kau Selalu di Hatiku, Senja di Batas Kota, dan Berpisah di St Carolus.  “Lagu yang paling berkesan bagi tiyang adalah lagu Berpisah di St Carolus itu,” katanya saat ngobrol ketika menghadiri undangan peluncuran DVD Puja Bhagavadgita di Gedung Ksirarnawa, Selasa malam (21/1).

Kini di usianya yang ke 82 tahun, Wedhasmara masih kelihatan bugar meski pendengarannya ia akui menurun. Ia pun lebih banyak lupa judul lagu-lagu yang pernah diciptakannya. “Tiyang lupa judul-judulnya, ada sekitar ratusan,” katanya ketika ditanya lagu-lagu karyanya. Dengan menganakan baju batik warna coklat serta udeng juga batik, Wedhasmara, lebih mengesankan sebagai orang tua Bali pada umumnya. Sangat sederhana, memilih duduk di pojok di samping belakang gedung. Padahal ia telah disediakan tempat khusus undangan selaku seniman legendaries yang produktif. Dengan segudang karya dan penghargaan baik tingkat provinsi maupun nasional. “Ngiring tiyang  merika dumun,” katanya bergegas menuju ruangan ketika acara akan segera dimulai. (SB-Raka).

Comments

comments

Comments are closed.