Kablet Sebut Penangan Sampah di Kota Denpasar Sangat Buruk

1341
Anggota DPRD Bali Wayan Kariarta (foto wan).

SULUH BALI, Denpasar — Anggota DPRD Bali Wayan Kariarta yang lebih dikenal dengan panggilan Kablet menyoroti penanganan sampah di Kota Denpasar sangat buruk, terbukti masih banyak sampah berserakan dan depo sampah tidak ditangani secara tuntas.

“Saya amati penanganan sampah di Kota Denpasar sangat buruk. Walau sudah diserahkan penanganannya melalui desa dan kelurahan. Malah lebih parah lagi, terbukti sampah yang ditampung di depo tetap meluber hingga bahunya busuk,” kata Kariarta di Denpasar, Selasa (7/3/2017).

Menurut anggota Komisi III DPRD Bali itu, permasalahan sampah memang tidak saja menjadi beban pemerintah setempat, tetapi warga masyarakat juga berhak bersuara (salurkan aspirasi) karena mereka juga membayar retribusi sampah melalui pemunggutan rekening listrik dan PDAM.

“Warga masyarakat sudah mematuhi aturan dan membayar kewajiban dalam kontribusi sampah dan lampu penerangan jalan. Namun kenyataannya instansi Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Denpasar tidak mampu sepenuhnya untuk mengatasi persampahan di perkotaan,” ucap politikus PDIP.

Ia mengatakan saat ini Pemerintah Kota Denpasar gembar-gembor sebagai kota bebas sampah menuju bersih dan hijau, tapi kenyataannya sampah warga yang ditaruh di pinggir jalan tidak semuanya bisa diangkut mobil sampah dalam sehari.

Begitu juga fungsi depo sampah, kata dia, semestinya sebagai transit sampah yang selanjutnya diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Suwung, Kecamatan Denpasar Selatan. Tapi kenyataannya malah berserakan dan mengeluarkan bahu busuk.

“Ini artinya regulasi masalah sampah belum sepenuhnya bisa diantisipasi untuk menuju kota bersih. Tapi memang dalam slogannya selalu menyebutkan Kota Denpasar bebas dari sampah,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Kariarta, Pemerintah Kota Denpasar agar serius menangani masalah persampahan, terlebih sebagai jantungnya pariwisata Bali.

“Pejabat dalam studi persampahan tidak perlu jauh-jauh. Lihat saja tetangga kita di Wilayah Banyuwangi, Jawa Timur kini kotanya sudah bersih. Artinya semua komponen masyarakat digerakkan untuk hidup sehat dan bersih,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments