Joni Agung & Double T Rilis Album Berupa CD dan DVD Sekaligus

208

SULUH BALI, Denpasar – Band Reggae Bali yang telah mengeluarkan album sejak tahun 2004 ini, tetap eksis dan focus dijalur Reggae dengan menjajal berbagai jenis panggung pertunjukan di Bali dan Indonesia.

Album kali ini yang di launching di Pregina Art & Showbiz Bali merupakan album yang ke 5. Komitmen untuk tetap berada pada jalur reggae adalah sebuah mufakat kreatifitas untuk lebih dalam mengekslpor music afrika ini dalam bentuk atau bulatan nuansa Bali khususnya dari segi beberapa balutan nada pentatonik yang ringan dan lirik yang dalam.

Album yang bertajuk “Persaudaraan Tanpa Batas” ini mencoba menginspirasi anak muda di Bali bagaimana hidup kita mencari kebahagiaan dengan jalan yang baik seperti lirik pada lagu “Ngalih Demen, ngalih demen, ngalih liang, ngalih demen, liang di adunge di segare…”.

Serta lagu yang berjudul “Pembantu” menceritakan bagaimana seorang pemimpin mengobral janji kemana mana, om suastiastu terkadang membawa janji palsu. Dalam lagu “Hancurkan”, yang bertemakan romantisme berbahasa Indonesia, terlihat bagaimana Joni Agung menulis kata hancurkan yuk kita hancurkan…kemanapun kakimu melangkah dan apapun yang kau lakukan…pintu hatiku selalu terbuka hanya untukmu, hanya untukmu…kata hancurkan yang dituangkan dalam lirik lagu tersebut menjadi sebuah pemikat untuk kita bias lebih masuk ke liriknya yang sangat menarik untuk diikuti lebih dalam, dan pasti membawa kita bernyanyi.

Unsur ritmik bossanova nostalgia diposisikan dalam intro lagu untuk lebih dapat merasakan energy lagu sepanjang jalan kenangan tempo dulu.

Dalam album ini Pregina selaku produser melakukan bundling package kemasan album yang berisikan rekaman audio dalam bentuk CD audio dan DVD. Bundling diharapkan dapat membantu memperkenalkan lebih luas kepada masyarakat dunia tentang portfolio band serta memberikan penawaran yang menarik untuk penggemar music reggae dan lagu bali.

Menurut Agung Bagus Mantra selaku produser mengatakan, “Jika dilihat keadaan industri musik kreatif yang terkesan drop akibat jalur distribusi yang minim dan minat secara bisnis para pelakunya, sebenarnya langkah kami justru lebih kembali meyakinkan bahwa kita bias dan kita harus berproses untuk dapat saling menghargai hasil karya melalui berbagai cara dan proses kreati yang harus dinikmati.” Ujarnya.

“Rekaman portfolio band kami ambil secara live multitrak audio dan video, sebenarnya akan menjadi langkah yang efektif untuk band dapat melakukan pendataan pengumpulan hasil karya serta menawarkan ke pasar global dalam sebuah komitmen pergerakan seni berbasis distribusi digital mengutamakan kualitas.” Tutup Gus Mantra. (SB-arx)

 

Comments

comments