Jokowi Apresiasi Dua Siswa SMA Bali Mandara Berprestasi di Singaraja

45

SULUH BALI, Singaraja – Dalam kunjungan kerjanya sehari di Pulau Bali, Presiden Indonesia Joko Widodo berkesempatan membagikan Kartu Indonesia Pintar kepada sekitar 885 siswa di Kabupaten Buleleng. Dalam acara yang bertajuk Penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Selasa (26/9), Presiden Jokowi yang turut juga didampingi oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika memuji serta mengapresiasi penuh dua siswa SMA Bali Mandara yang telah berhasil meraih medali emas dalam olimpiade Science di Los Angeles Convention Center, Amerika Serikat.

Kedua anak berprestasi itu adalah Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima Putra, yang berhasil menyisihkan 78 peserta dari seluruh dunia dengan penelitiannya berupa Alat untuk memprediksi cuaca dalam radius 10 km. Capaian itu menurutnya tentu saja telah mengharumkan nama Indonesia, Bali khususnya Buleleng yang selalu menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah. Ia berpendapat sudah seperti itulah anak-anak Indonesia, khususnya Buleleng, menjadi pintar dan tugas pemerintah memfasilitasi.

“Saya percaya anak-anak di sini semua pintar-pintar, keadaan wilayah Buleleng yang panas dan lebih terbelakang daripada wilayah lain di Bali jangan dijadikan alasan untuk tidak berprestasi, apalagi pemerintah sekarang sudah memfasilitasi pendidikan dengan sangat baik,” ujar orang nomor satu di Indonesia itu dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Ny. Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Republik Indonesia Kofifah Indar Parawansa, Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung, Ny. Ayu Pastika, serta Bupati Buleleng Agus Suradnyana beserta Ibu.

Pembagian kedua kartu itu menurutnya adalah sebuah upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak Indonesia serta perlindungan sosial bagi para keluarga prasejahtera. Sehingga Ia berpesan kepada seluruh peserta penerima KIP dan KHP, agar menggunakan kedua fasilitas itu dengan sebaik-baiknya. “Silahkan buat beli keperluan sekolah, dan keperluan rumah tangga, jangan digunakan untuk beli pulsa atau beli rokok suaminya,” ujarnya disambut tepuk tangan semua hadirin.

Sementara itu sebelumnya Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa melaporkan jika pendistribusian KIP dan KHP di Singaraja ini adalah program pemerintah dalam rangka pemerataan pendidikan di Indonesia serta mensejahterakan keluarga Indonesia. Besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan ialah sebesar Rp 450 ribu per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp 750 ribu bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp 1 juta bagi pelajar SMA atau SMK. Sementara bagi penerima PKH, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 1.890.000 bagi tiap penerima. Dana total yang tersedia dalam kartu PKH itu dapat diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah. “Di dalam PKH ada anggaran Rp 1.890.000. Itu dipakai untuk pendidikan anak dan keperluan gizi anak-anak,” ujarnya.

Gubernur Pastika dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan bangga akan kunjungan Presiden RI ke Buleleng, yang merupakan salah satu wilayah dengan prosentase penduduk miskin cukup tinggi di Bali. Menurutnya ini untuk ketiga kalinya Buleleng dikunjungi Presiden, yang pertama adalah Presiden Soekarno yang berkunjung di tahun 1950-an, berikutnya Presiden Soeharto pada tahun 1976 dan sekarang Presiden Jokowi.

Ia berharap melalui pembagian KIP ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh siswa-siswa di Buleleng. “Saya harap ke depan seluruh siswa di sini harus jadi anak-anak Buleleng yang paling pintar di Indonesia,” gugahnya. Tentang pujian Jokowi terhadap siswa SMA Bali Mandara, Pastika tidak kuasa menyembunyikan kebanggannya. Karena untuk kesekian kalinya Presiden memuji dan bahkan mengakui keunggulan siswa yang menempuh pendidikan di sekolah rintisannya itu. (SB-humprov)

Comments

comments