Joged Bumbung Diserbu Penonton PKB

1078

Joged bumbung di PKB. |foto-raka|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Diantara berbagai suguhan seni di arena Pesta Kesenian Bali, jogeg bumbung memang tetap menjadi primadona dan tontonan yang paling ditunggu-tunggu oleh warga yang berkunjung ke arena Pesta Kesenian Bali. Seperti juga nampak pada Rabu (11/6) di kalangan (panggung) Ayodya, Art Center Denpasar, masyarakat tumpah ruah penuh sesak. Bahkan banyak juga diantara warga yang tidak mampu masuk untuk menyaksikan penampilan joged bumbung  yang menampilkan penari-penari joged dari Sanggar Tri Pitaka, Desa Munduk, Kabupaten Buleleng itu. Saking berdesak-desakkan tentu saja membuat suasana menjadi gerah, panas meski dibawah panggung berada di bawah pohon besar dan rindang.

Bukan saja mereka yang kebetulan datang berkunjung ke arena PKB, bisa menikmati hiburan penampilan joged bumbung itu, bahkan banyak juga warga yang mengaku rutin, menunggu-nunggu jadwal tampilnya sekaa-sekaa joged bumbung di arena PKB. “Saya sudah dari dulu, sejak masih tinggal di desa sudah sangat suka menonton tari joged bumbung. Apalagi sekarang, kebetulan juga tinggal deket sini, ya bisa rutin nonton tiap ada jadwal tari joged bumbung di PKB ini, sekalian nganter anak, mumpung liburan,” tutur seorang ibu asal Bangli usai nonton tari joged bumbung, sembari menikmati serombotan bersama putrinya.

Joged bumbung dipadati penonton PKB. |foto-raka|
Joged bumbung dipadati penonton PKB. |foto-raka|

Selain warga, tentu para pengibing merasa mendapat tempat, terpenuhi hobi ngibing yang rata-rata sudah langganan mengibing saat ada pementasan joged bungbung. Para penghobi ngibing itu, sepertinya sudah mempersiapkan diri, layaknya para penari. Baik gerak tarinya, kostumnya, mapun kreatifitas saat mengibing. Kentara sekali para penghobi ngibing itu, sudah biasa dan berpengalaman ngibing. Ada yang sangat lucu, tegang, nakal, atau hanya serius menari dengan penari joged. Gerak tari maupun maupun ekspresinya bukan asal menari. Tidak jarang mampu membuat para penonton tertawa terpingkal-pingkal oleh para pengibing yang sudah piawai menguasai panggung.

Meski sesekali ada pengibing yang usil dan jail, yang mengundang teriakan geli bercampur dongkol, namun suguhan joged bumbung di arena PKB yang berlangsung sekitar 2 jam itu mampu menyuguhkan hiburan yang jauh dari kesan seronok terhadap tarian joged bumbung. Penonton antusias dan tertib karena ingin mendapat hiburan kesenian yang menghibur, para penari dan pengibing juga menari dengan apik. “Pinginnya setiap hari ada joged bumbung disini, ya biar bisa tetap ngibing haha..” celetuk seorang pemuda yang ngaku hobi ngibing ini.  (SB-Raka).

Comments

comments