JKN Untuk Semua Kalangan Masyarakat

45

SULUHBALI.CO, Badung– Kementerian Kesehatan menargetkan seluruh masyarakat Indonesia sudah terjamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2019.

“Secara bertahap, perserta JKN akan bertambah sampai tahun 2019 seluruh masyarakat Indonesia sudah terjamin dalam JKN,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi usai memimpin pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan APEC Selasa, 24 September 2013 di Nusa Dua, Badung, Bali.

Sebelumnya Pemerintah telah menetapkan dua kelompok peserta yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta Non-PBI sebagai tahap pertama pengguna JKN.

Peserta PBI tersebut terdiri dari para fakir miskin dan orang yang tidak mampu sebanyak 86,4 juta yang sudah masuk dalam sistem JKN yang siap diberlakukan mulai 1 Januari 2014.

Sedangkan peserta non-PBI yakni peserta yang sebelumnya telah terdaftar menjadi anggota asuransi kesehatan (Askes) dari Pegawai Negeri Sipil, TNI, Polri, veteran, dan Jamsostek bagi karyawan perusahaan dan lain-lain.

Menjelang pemberlakuan JKN awal 2014, pemerintah perlu segera berbenah di antaranya dengan beroperasionalnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai badan hukum publik yang akan menyelenggarakan JKN.

Beroperasinya BPJS merupakan implementasi dari diberlakukannya UU No 24 tahun 2011 tentang BPJS dan UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya JKN tersebut merupakan salah satu upaya memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat termasuk perlindungan kesejahteraan rakyat yang merata dan mudah diakses dalam hal kesehatan.

JKN sendiri tidak hanya memihak kepada kalangan menengah kebawah melainkan semua kalangan berhak mendapatkan JKN tersebut.

“Apapun status ekonominya, dia harus mendapat pelayanan kesehatan,” ujarnya. (SB-enny/ant)

Comments

comments

Comments are closed.