Jembrana Festival | Istri Tersangka Pornoaksi Kecewa

Wakil bupati Jembrana Kembang Hartawan dan foto adegan erotis saat modifikasi mobil (foto ist).

SULUH BALI, Negara — Istri ATJ alias Al, tersangka pornoaksi dengan menampilkan penari erotis sebagai bagian dari Jembrana Festival, kecewa dengan sikap pemerintah kabupaten setempat.

“Suami saya menjadi tersangka karena ambil bagian dalam Jembrana Festival yang merupakan kegiatan Pemkab, tapi sampai saat ini tidak ada komunikasi apapun dari pemerintah,” kata AD, istri dari Al, saat mendampingi pelimpahan tahap II suaminya di Kejaksaan Negeri Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (19/10/2016).

Ia mengatakan, sebelum menggelar acara modifikasi mobil, suaminya sudah mengajukan proposal ke Pemkab Jembrana, termasuk melampirkan detail acara tersebut.

Setelah acara di areal parkir Gedung Kesenian Ir. Soekarno itu bermasalah karena dianggap melakukan pornoaksi dengan menampilkan penari erotis, menurutnya, seluruh tanggung jawab dibebankan kepada suaminya termasuk menjalani proses hukum.

“Padahal itu kan bagian dari acara Pemkab Jembrana dalam rangka HUT Kota Negara. Sekarang suami saya harus sendirian menghadapi proses hukum,” katanya.

Selain harus melihat suaminya menjalani proses hukum, ia mengungkapkan, sewa peralatan yang sedianya dibiayai Pemkab Jembrana dibatalkan, sehingga ia harus menanggung hutang hingga Rp15 juta.

Supriyono selaku penasehat hukum Al juga menyampaikan kekecewaannya dengan Pemkab Jembrana, yang terkesan lepas tangan dengan kasus ini.

Ia mengatakan, karena bagian dari Jembrana Festival meskipun dibentuk panitia-panitia teknis kecil seperti kegiatan Al, panitia besar yang dibentuk Pemkab Jembrana harus tetap ikut bertanggungjawab.

Pihaknya berjanji akan membeberkan seluruh fakta kejadian tersebut di pengadilan, termasuk tampilnya tarian erotis merupakan permintaan dari oknum panitia.

Saat Jembrana Festival beberapa waktu lalu, Al diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana karena menampilkan penari erotis yang hanya memakai pakaian dalam.

Wakil Bupati Jembrana yang juga Ketua Jembrana Festival I Made Kembang Hartawan sehari setelah kejadian tersebut mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan penyelenggara untuk mematuhi norma-norma kepatutan di masyarakat.

“Jembrana Festival memang panitianya dibentuk Pemkab Jembrana, tapi kami juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi mengadakan kegiatan dengan membentuk panitia sendiri. Panitia kecil tersebut bisa mengajukan proposal kepada kami, yang akan kami bantu semampunya seperti penyediaan sound sistem dan kebutuhan kecil lainnya,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments