Jembrana | Demi Santunan, Tiga Kadus Bikin Klaim Fiktif Kematian

324

SULUH BALI, Negara — Tim Tindak Pidana Korupsi, Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Bali, menyelidiki kasus dana santunan kematian dari pemkab setempat setelah terungkap ada klaim fiktif dari oknum kepala dusun.

“Adanya informasi tiga oknum kepala dusun yang mencairkan dana santunan kematian fiktif, kami tindaklanjuti karena bisa saja juga terjadi di dusun lainnya sehingga merugikan keuangan negara dalam jumlah yang besar,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Gusti Made Sudarma Putra, di Negara, Selasa (1/3/2016).

Ia mengatakan, tim Tipikor Polres Jembrana mulai mengumpulkan data-data, baik di lapangan maupun minta data pendukung ke instansi terkait di Pemkab.

Untuk data dari Pemkab, ia mengungkapkan, pihaknya datang ke Dinas Sosial, Dinas Kependudukan serta Inspektorat yang memeriksa tiga oknum kepala dusun dari Kelurahan Gilimanuk, yang diduga melakukan klaim santunan kematian fiktif.

Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil Dan Transmigrasi Jembrana Ketut Wiaspada saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya satu lembar menerbitkan akte kematian untuk melengkapi syarat klaim santunan tersebut.

“Kalau ada akte kematian ganda, berarti salah satunya palsu. Kami disini hanya menerbitkan akte kematian saja, sementara untuk pencairan dana santunan menjadi tugas Dinas Sosial,” katanya.

Menurutnya, selama tahun 2014 pihaknya menerbitkan 1911 akte kematian, tahun 2015 sebanyak 2052 akte dan bulan Januari 2016 sebanyak 53 akte.

Ia mengatakan, tugas instansinya hanya melegalisir dokumen kependudukan yang dibutuhkan untuk mengajukan klaim, sehingga tidak melakukan penarikan KTP warga yang sudah meninggal.

Namun ia menegaskan, dengan sistem yang ada di instansinya, tidak mungkin diterbitkan akte ataupun persyaratan lainnya, lebih dari satu kali untuk warga yang meninggal.

Sementara Camat Melaya Putu Eka Suarnama mengatakan, tiga oknum kepala dusun dari Lingkungan Asih Timur, Jineng Agung dan Asri, Kelurahan Gilimanuk mengundurkan diri, diduga karena kasus ini.

Tiga oknum kepala dusun tersebut melakukan klaim santunan kematian ke Pemkab Jembrana lebih dari satu kali untuk warga yang meninggal, dengan jumlah uang yang sudah dicairkan mencapai Rp55,5 juta. (SB-ant)

Comments

comments