Jembatan Tukadaya Negara Ambrol | Bus dan Truk Harus Lewat Buleleng

3145
Jembatan Tukadaya di Jembrana ambrol. Bupati Artha sedang meninjau. (foto Pemkab Jembrana).

1. Jalan Alternatif Utara dan Selatan

SULUH BALI, Negara — Jembatan di atas Sungai (tukad) Aya yang menghubungkan jalur nasional Denpasar – Gilimanuk, Sabtu (23/1/2016) malam sekitar Pk. 22.00 ambrol pada bagian tengahnya. Akibatnya terjadi kemacetan kendaraan dari arah Gilimanuk di Jalan Ngurah Rai dan Jalan Sudirman Negara, begitupun yang dari arah Denpasar kemacetan tak terelakkan terutama kendaraan besar seperti bus dan truk dobel dan truk kontainer. Demikian siaran Pers yang disampaikan Pemkab Jembrana lewat media sosial facebook.

Bupati Jembrana I Putu Artha, Minggu (24/1/2016) melakukan peninjauan ke lokasi ambrolnya jembatan yang cukup vital bagi transportasi darat Gilimanuk Denpasar tersebut, menyiapkan jalur alternative.

Ia menghimbau pengguna jalan yang datang dari Arah Barat untuk sementara menggunakan jalur lintas utara yang ada di wilayah Jembrana. Jalur lintas utara yang dibangun Pemkab Jembrana secara bertahap setiap tahun ini, kini sudah terhubung hingga melewati jembatan yang ambrol.

Sedangkan untuk pengendara dari Arah Timur dapat menggunakan jalur lintas selatan yang juga bisa terhubung hingga masuk ke jantung Kota Negara. Jalur alternatif ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan yang berkapasitas maksimal lima ton.

Sementara Kendaraan Besar seperti Truk dan Bus harus melalui jalur Singaraja, Buleleng.

“ Yang terpenting sekarang adalah menyiapkan jalur alternatif dengan menggunakan lintas utara dan selatan yang kita punya, saya berharap kepada pihak yang berwenang secepatnya melakukan perbaikan “ kata Artha di jembatan yang berada diantara Desa Dangin Tukadaya dan Kelurahan Dauhwaru Kecamatan Jembrana.

Saat itu juga Bupati Artha memerintahkan Kadis Hubkominfo Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi untuk memasang rambu pengarah jalan alternatif di setiap persimpangan, termasuk memindahkan truk-truk yang parkir sejak semalam di pinggiran jalan ke kargo.

2. Usia Jembatan 40 Tahun

Untuk diketahui, jembatan yang sudah berusia sekitar 40 tahun lebih tersebut, pada tahun 2012 lalu sempat dilakukan pelebaran landasan di sisi utara dan selatan. Namun pada landasan tengahnya hanya diaspal dan tiang penyangga tidak diperbaiki.

Diduga karena sudah umur dan lapuk pada penyangganya akibat tergerus luapan air yang cukup besar, Sabtu malam jembatan sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut landasan tengahnya amblas terbelah dan beberapa menit kemudian ambrol.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sejak semalam masyarakat masih mengerumuni jembatan untuk melihat kondisi jembatan. Wabup Kembang bersama Kapolres Jembrana AKBP Joni Widodo, Dandim 1617 Jembrana Letkol. Inf. Sansan Iskandar dan Sekda Jembrana Gede Gunadnya, Sabtu malam juga langsung meninjau lokasi. Sementara itu pihak Balai Jalan Bali Nusra sebagai perwakilan pusat juga telah mengecek kerusakan jembatan untuk secepatnya dilakukan perbaikan. (SB-Humas Pemkab Jembrana)

3. Comments

comments