Jem Tattoo Suarakan Kritik Sosial dan Sampah Lewat Lagu

163
Jem Tattoo

SULUH BALI, Buleleng – Jem Tattoo adalah group band atau seniman yang berasal dari Buleleng, yang menyajikan lagu berbahasa Bali untuk ikut sertaan mereka mengajegkan Bali dengan megending Bali.

Jem Tattoo sendiri dibentuk pada 21 Juli 2015 yang dimana mereka sudah merilis album “Tulus”. Yang dimana lagu – lagu mereka seperti Tembok.jak ngomong, Tulus, Jealeous, Ape aden, PHP, Sing keren (yen ngutang luu sembarangan), Nyak sing nyak, Keweh, Bangun, Ancog ancog, dan Klepon anget, diharapkan bisa menginspirasi orang lain.

Dengan personilnya yakni Jem (vokal), Dewa satria ( gitar), Agastya (bass), Dedy rahendra( drum), Jem Tattoo berusaha menikmati dan berkarya di kancah musik Bali agar lebih bervariasi.

Mengusung genre alternatif, Jem Tattoo menginginkan lagu mereka bisa diterima dikalangan masyarakat luas terutama di Bali sendiri.

Motivasi yang sangat mereka kedepankan mungkin dibilang sesuatu yang sangat didambakan oleh semua band di Bali dan Indonesia yakni menginginkan agar lagu – lagu mereka bisa dengan tulus dinikmati oleh semua kalangan, dari yang muda sampai tua.

“Kami sangat berharap dengan adanya musik kami, bisa mendorong dan memotivasi siapapun untuk selalu mengedepankan rasa ajeg Bali, yang dimana ajeg Bali hanya di utarakan secara teori, tetapi tidak pernah diterapkan.” ujar sang gitaris Dewa Satria yang berasal dari Nusa Penida dan menetap di Buleleng.

Ditanya mengenai harapan mereka kedepan dengan musik yang mereka gandrungi sekarang, Dewa menegaskan bahwa Band ini bisa terus berkarya, “Tidak hanya sekarang kami berkarya, tetapi semoga dengan tekad dan persaudaraan kami, album selanjutnya bisa bermunculan dan bisa menjadi acuan para generasi muda untuk lebih mawas diri dan lebih berkembang dalam mengajegkan Bali.” tegas Dewa.

Dewa juga menceritakan awal keberadaan band ini, dimana dulu band ini merupakan satu penyanyi atau soloist yang selalu diiringi oleh band nya saat ini yakni Jem Tattoo. Seiring berjalannya waktu, sang vokalis sedikit merasa ada yang kurang. Dikarenakan solo project merupakan hal yang sangat susah dijalankan, mengingat harus memperhitungkannya sendiri, baik band pengiring, waktu, dan perform.

Dengan kesulitan tersebutlah, Jem (begitu panggilan sang vokalis) membuat suatu band bersama band pengiringnya dan tetap menggunakan nama Jem Tattoo, yang merupakan maskot nama dari sang vokalis sendiri.

Begitu kuatnya keinginan dari sang vokalis, terbentuklah band Jem Tattoo yang dimana beberapa waktu lalu sudah dinobatkan sebagai Duta Sampah Plastik untuk selalu meneriakkan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama di Buleleng memerangi yang namanya sampah plastik.

“Kami sangat bangga sudah ditunjuk sebagai Duta Sampah Plastik. Semoga dengan ditunjuknya kami, bisa membawa visi misi pemerintah untuk memerangi sampah plastik di Buleleng.” tegas Dewa. (SB-arx)

 

Comments

comments