Jelang Pemilu, Pepohonan Beralih Fungsi

39

Beberapa poster caleg di pohon.

SULUHBALI.CO, Denpasar— Pohon yang sesungguhnya memiliki fungsi sebagai penyejuk dan penghijauan serta dapat memperindah lingkungan, kini telah beralih fungsi menjadi wadah kampanye bagi para caleg-caleg nakal di tahun pemilu saat ini (22/1).

Para caleg-caleg nakal ini sepertinya sudah tidak memikirkan keindahan lingkungan terutama terhadap pohon-pohon yang tumbuh disepanjang jalan, demi melakukan aksi kampanye guna merebutkan jabatan yang diinginkan.

Banyaknya terdapat baliho yang berukuran kecil terlihat tertempel dibatang pepohonan yang menghijaui jalanan. Tidak tanggung-tanggung, para caleg-caleg nakal yang memasang baliho ini rela menusuk batang pohon memakai paku, demi baliho yang terpasang bisa bertahan lama.

Konsep Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar yang sekaligus menjadi  Ibu Kota Provinsi Bali dalam mewujudkan lingkungan bersih dan hijau, sepertinya sudah tidak dihiraukan oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini.

Pemandangan yang menodai dan menyakiti pepohonan ini bisa dilihat disepanjang jalan-jalan besar yang memang dilewati banyak kendaraan. Seperti contoh yang ada di jalan W.R Supratman, Kesiman, Denpasar, dan jalan seputaran Renon Denpasar.

Padahal peraturan KPU Provinsi Bali mengenai pemasangan alat peraga sudah memiliki zona-zona yang telah ditetapkan. Akan tetapi peraturan ini hanya menjadi sebuah wacana bagi para caleg-caleg nakal, dan belum ada tindakan dari Pemerintah guna mentertibkan hal tersebut.

Tidak hanya melakukan penempelan baliho kecil dengan menusuk pepohonan, oknum yang tidak bertanggung jawab ini juga menodai keindahan lingkungan dengan memasang bendera/spanduk, seperti yang terlihat dikawasan Hutan Mangrove.

Hal seperti ini tentunya sangat tidak diharapkan masyarakat Bali yang khususnya pencinta lingkungan, mengingat Pulau Bali juga sebagai Destiinasi Pariwisata yang sudah mendunia dan selalu ramai didatangi wisatawan lokal maupun Interlokal. Maka amat teramat disayangkan jika hal ini terus dibiarkan terjadi disetiap terselenggaranya pemilu.

Tentunya Masyarakat Bali sangat mengharapkan kelestarian lingkungan bisa dijaga bersama-sama, dan Pemerintah harus lebih tegas lagi dalam menindaklanjuti kasus seperti ini. Jangan sampai tahun politik saat ini menodai dan membuat pencitraan buruk terhadap Pariwisata di Bali. (SB-Eny)

Comments

comments