Jelang Galungan, Penjual Bahan Penjor Diserbu

1064

Pedagang bahan Penjor di kawasan Mengwi, Badung. |foto-raka|

SULUHBALI.CO, Badung – Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi warga Bali jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan untuk menyambut hari raya yang jatuh tiap 210 hari tersebut. Penjor yang identik dengan perayaan Galungan dan Kuningan juga tak luput dipersiapkan warga, karena sebelum Galungan harus sudah ditancapkan oleh masing-masing warga. Karenanya penjual bahan-bahan untuk perlengkapan penjor diserbu oleh warga. Hal tersebut terlihat di sepanjang jalan Kapal, Mengwi, Badung, Sabtu (17/5/2014). Karena Hari Raya Galungan sudah dekat, Penjor sudah menjadi kelengkapan saat merayakan Galungan.

Dari pantauan suluhbali, sebenarnya sekitar 2 minggu sebelum Galungan para pedagang perlengkapan penjor di Kapal sudah menjajakan bahan-bahan untuk membuat penjor. Termasuk bahan-bahan kelengkapan lain untuk Galungan. Seperti bambu, ambu (daun enau muda untuk hiasan penjor), sanggah untuk penjor, bakang-bakang (hiasan penjor), padi, gantung-gantungan, busung (daun kelapa muda), termasuk kain putih-kuning denga aksara Ongkara, dll.

Bambu misalnya dibandrol dengan harga Rp 40 ribu untuk bambu jenis tamblang, sedangkan bambu yang lebih besar dibandrol dengan harga Rp 50 ribu. Ambu satu batang (muncuk) harganya Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Sedangkan gantung-gantungan (hiasan ujung penjor) harganya bervariasi, tergantung besar dan panjangnya. Yang sedang atau biasa harganya Rp 25 ribu, sedangkan yang lebih besar dan panjang bisa sampai diatas Rp 100 ribu. Bakang-bakang atau hiasan untuk badan penjor juga harganya bervariasi, rata-rata Rp 50 ribu, Rp 60 ribu keatas.

Menariknya sekarang warga yang akan membuat penjor untuk merayakan Galungan sudah dimudahkan karena sudah ada yang menjual bahan yang sudah jadi, semua bahan-bahan tersebut sudah tertata dan dibungkus rapi dengan plastik. Jadi kalau warga yang tidak ingin repot-repot mencari bahan, yang makin sulit sekarang ini,  tinggal membeli yang sudah jadi, di rumah hanya merangkai saja. Bahan-bahan membuat penjor tersebut terbuat dari rontal, menggantikan bahan busung atau ambu (daun enau muda) yang makin sulit dicari. “Disamping lebih cerah warnanya, bahan penjor yang terbuat dari rontal ini lebih awet pak, beda dengan bahan penjor dari ambu yang cepat layu,” ungkap pedagang yang menjual bahan-bahan penjor di Kapal. “Bahkan sering para pembeli bilang kalau bahan-bahan ini dipakai samapai 2 kali, habis Galungan dan Kuningan bisa disimpen. Nanti bisa dipakai lagi, asal nyimpennya baik,” tambahnya berpromosi. (SB-Raka).

Comments

comments

Comments are closed.