Jasamarga Bali Tol Akan Berlakukan Pembayaran Tol Non Tunai

321
PT JBT,saat menggelar pressconference. |foto-ijo|

SULUH BALI, Mangupura – Kesulitan mencari uang kembalian bagi pengendara yang melintas di Tol Bali Mandara, Jasamarga Bali Tol (JBT) akan menggalakan pembayaran tol non tunai dengan menggunakan kartu elektronik pembayaran atau menyiapkan uang pas untuk membayar tarif tol.

Penggunaan kartu elektonik tersebut adalah untuk mengisiensikan waktu pelayanan. Dimana dirinya mengaku tidak ingin agar terjadi kemacetan karena lamanya proses transaksi di gardu tol.

Sementara dari instruksi Kementerian PU kepada pihaknya, dirinya juga mengaku diinstruksikan agar waktu transaksi pembayaran tidak boleh lebih dari 6 detik untuk transaksi cash, dan untuk Gardu Tol Otomatis (GTO) tidak boleh lebih dari 5 detik.

“Penukaran dengan uang koin ini cukup menyulitkan, apalagi mengembalikan pecahan rupiah 500 an. Kedepan kita akan sulit mencari uang keping dan tentu ini akan memangkas waktu pelayanan kita. Waktu pelayanan transaksi uang pas memakan waktu 3 detik, sedangkan uang tidak pas memakan waktu rata-rata 8 detik. Kalau transaksi dengan uang pas itu tentu akan memudahkan kita. Tapi untuk kembalian recehan, seiring peningkatan tarif tol. Ini yang sering menimbulkan kemacetan,”papar Tito, Selasa (29/12/2015)

Sejak tanggal 23 Desember 2015 volume di jalan tol terus mengalami peningkatan, hingga menimbulkan antrian di titik tol Benoa. Menurutnya, penerepan E-Money atau pembayaran tol non tunai menjadi salah satu solusi terbaik.

Jika sistem pembayaran elektronik tersebut dikembalikan dengan sistem cash tanpa uang pas, dirinya takut akan terjadi kemacetan akibat lamanya transaksi pelayanan.

Untuk itu pihaknya tetap ingin mengajak masyarakat, untuk bertransaksi dengan elektronik dan uang pas.

Saat  ini sekitar 45 persen kendaraan sepeda motor masih banyak yang ingin bertransaksi dengan cash. Dan baru 60 persen yang menggunakan pembayaran elektronik secara total.

Pihaknya tetap akan tetap menerapkan pembayaran elektronik. Hal tersebut untuk menuju ke sistem elektronik dan pengelolaan yang modern kedepannya.

“Dulu ada 6 GTO, sekarang kita jadikan 11 GTO totalnya. Sedangkan pelayanan Cash tetap dilayani. Dulu ada 1 GTO dan 3 gardu cash, kini ada 2 GTO dan 2 gardu cash. Nanti dari 2 gardu cash akan dikurangi lagi 1, sehingga kedepan ada 3 gardu GTO.

Tapi itu kita lihat perkembangannya kedepan, jika sudah diatas 60 persen baru akan diterapkan. Hingga nantinya akan diberikan1 lajur gerbangtol untuk pembayaran cash,” jelasnya. (SB-ijo)

Comments

comments