Janda Korban Bom Bali Diberi Pencerahan Semangat Hidup

65
Para Janda Korban Bom Bali.

SULUH BALI, Mangupura – Janda korban bom Bali 2002 silam diberikan pencerahan semangat hidup untuk tetap tegar dalam menjalani kehidupan. Saat ini mereka harus menghidupi kehidupannya sendiri karena ditinggalkan oleh para suaminya yang menjadi korban bom yang pernah menghancurkan Paddys Club dan Sari Club.

Dikordinasi oleh Drs. I Nyoman Sarjana, tokoh masyarakat Legian, sebanyak 9 orang janda korban bom Bali diundang hadir di SIP School, Legian, Kuta, Minggu (12/3/2017).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Drs. I Ketut Sumadi, M. Par, tokoh agama Hindu yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar.

Dalam pencerahannya, Sumadi memberikan semangat kepada janda korban bom Bali untuk tegar menghadapi kehidupan sesuai dengan ajaran Hindu.

Dijelaskannya meskipun dalam keadaan janda atau Balu, namun kata itu memiliki makna yang mendalam tentang semangat hidup yang pada susunan kata Balu disebutkan ada aksara suci di dalamnya.

Aksara yang dimaksud adalah Bang, Ang, Lem dan Ung yang mewakili aspek kekuatan para dewata yang bersemayam pada aksara yang tersebut.

Aspek dewata yang tersusun pada aksara tersebut dijelaskan sebagai kekuatan Brahma, Wisnu, Siwa yang memiliki makna sebagai kekuatan dalam menghadapi segala cobaan hidup.

Selain pencerahan, para janda korban bom Bali juga diberikan bantuan sebagai support agar mereka terus menatap ke depan dan tetap tegar untuk menjalani kehidupannya. (SB-Skb)

Comments

comments