Inspirasi Pengusaha Muda

44

SULUHBALI.CO, Denpasar –Perusahaan Dupa Kaori berdiri sejak 3,5 tahun yang lalu.  Awal mulanya usaha ini dimulai dari modal  Rp. 500.000 dan di kerjakan di  garasi rumah. Alasan pendirinya, karena dupa merupakan kebutuhan pokok umat Hindu, dan di samping itu pasar di Bali sendiri masih di suplay dupa dari luar Bali.

Dari situlah, Ni Kade Winie Kaori Intan Mahkota, SE, yang akrab di panggil “Kaori” mempunya satu keprihatinan, kenapa orang bali sendiri tidak membuat dupa yang asli bali, “Dari kita, oleh kita, untuk kita,” ujar pengusaha muda ini.

Melihat kondisi tersebut, Kaori mulai belajar cara pembuatan dupa, bagaimana marketingnya, dan mencari tahu seperti apa kebutuhan masyarakat akan dupa itu sendiri, “Tetapi itu tidak langsung atau serta merta kita membuat dupa pasupati yang sekarang menjadi dupa unggulan.”

“Pada awalnya saya memproduksi dupa biasa yang sering orang pakai sehari – hari, dari situ saya melihat bagaimana kebutuhan orang Bali akan pemakaian dupa yang sangat banyak. Saya juga memperhatikan dupa seperti apa jenisnya dan dengan harga yang bervariasi. Setelah saya survei ke beberapa pasar khususnya di Bali, kebutuhan dupa setiap harinya bisa mencapai 1 ton. Itu baru setiap harinya, belum lagi ada Rerainan seperti, Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan hal – hal yang menyangkut upacara besar lainnya,”  jelas Direktur Utama PT.Sasjam Riri ini. (SB-Gustiar-vid)

Comments

comments

Comments are closed.